Operator Telekomunikasi Ubah Strategi Bisnis: AI Jadi Sumber Pendapatan
Operator telekomunikasi Indonesia mulai menggeser strategi bisnis dengan menjadikan Artificial Intelligence (AI) sebagai sumber pertumbuhan pendapatan baru. Perubahan ini tercatat pada laporan industri yang dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026, dan terjadi di tengah persaingan layanan konektivitas yang semakin ketat.
Perubahan fokus: dari efisiensi ke monetisasi
AI kini tidak hanya dipakai untuk menekan biaya operasional. Operator melihat AI sebagai fondasi model bisnis baru yang bisa menambah lini pendapatan. Tren global mendukung pergeseran ini: menurut presentasi GSMA pada MWC Shanghai 2026, porsi pemanfaatan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan meningkat tajam, dari 16% pada kuartal II 2025 menjadi 38% pada kuartal I 2026.
| Periode | AI untuk Monetisasi | AI untuk Efisiensi |
|---|---|---|
| Kuartal II 2025 | 16% | 84% (sisanya) |
| Kuartal I 2026 | 38% | 62% |
AI untuk pelanggan ritel (B2C)
Pada segmen B2C, operator memanfaatkan AI untuk mempercepat layanan pelanggan, meningkatkan rekomendasi produk, dan menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan retensi sekaligus nilai transaksi pelanggan.
Andrijanto Muljono, Director and Chief Enterprise Strategic Relationship Officer PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk., menekankan pentingnya pengalaman pengguna.
"Sementara itu untuk B2C, pengalaman pengguna yang sederhana dan personalisasi akan menjadi kunci agar AI benar-benar menciptakan nilai."
Menurut Andrijanto, konsep SuperApp berbasis AI berpeluang besar jika mampu menawarkan manfaat nyata dan mempertimbangkan kebutuhan pasar, interoperabilitas antarplatform, serta model bisnis yang berkelanjutan.
AI untuk segmen bisnis (B2B) dan industri
Di sisi B2B, AI masih menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis operator. Perusahaan mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas dan keandalan layanan industri.
- Analitik data untuk pengambilan keputusan bisnis.
- Otomatisasi proses untuk efisiensi operasional.
- Keamanan siber yang diperkaya kemampuan deteksi ancaman.
- Integrasi dengan IoT dan jaringan 5G untuk solusi industri.
Pengamat menilai peluang monetisasi muncul melalui layanan premium, bundling aplikasi digital, dan penawaran yang lebih tepat sasaran berbasis analitik.
Prospek pasar dan tantangan
Prospek SuperApp terlihat menjanjikan. Riset Grand View Research memperkirakan nilai pasar global SuperApp mencapai sekitar US$121,1 miliar pada 2025 dan berpotensi melompat menjadi hampir US$968,77 miliar pada 2033 karena integrasi layanan digital dalam satu platform.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. melihat AI sebagai peluang untuk menggabungkan konektivitas, layanan digital, keamanan, dan pengelolaan data dalam satu ekosistem. Pendekatan ini diharapkan memperkaya pengalaman digital pelanggan sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
Meskipun demikian, keberhasilan integrasi AI bergantung pada kemampuan menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna, memastikan interoperabilitas antarplatform, dan membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Peralihan strategi ini menandai tahap baru bagi operator: persaingan tidak lagi sebatas jaringan, tetapi juga soal seberapa cepat dan efektif mereka mengkomersialkan layanan AI yang relevan bagi pasar.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...