Anggota KDMP Nuar Maju Tembus 130, Koperasi Tawarkan Harga Murah
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nuar Maju kini memiliki lebih dari 130 anggota aktif. Ketua koperasi, Supangat, menyebut pertumbuhan anggota terjadi karena kemudahan akses kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dan hak atas pembagian keuntungan. Pernyataan itu disampaikan Supangat dalam dialog pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Peningkatan anggota dan alasan bergabung
Supangat mengatakan koperasi dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa. Menurutnya, warga bergabung karena melihat manfaat langsung, termasuk harga barang yang lebih terjangkau dan peluang mendapatkan bagian dari keuntungan koperasi.
Hak anggota dan pembagian keuntungan
Setiap anggota KDMP berhak atas pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai perkembangan usaha koperasi. Supangat menegaskan manfaat ini menjadi insentif bagi warga untuk aktif berpartisipasi dan bersama-sama mengembangkan usaha.
Ketika masyarakat nanti bergabung kepada koperasi, tentu anggota itu kan berhak atas sisa hasil usaha yang didapatkan dari koperasi. Kemudian koperasi kami ini bergerak di bidang usaha, jadi anggota mendapatkan keuntungan, salah satunya adalah harga murah
Unit usaha yang melayani warga
KDMP mengoperasikan beberapa unit usaha untuk memenuhi kebutuhan harian anggota. Unit yang telah berjalan meliputi penjualan gas LPG, sembako, telur, dan layanan keuangan digital melalui BRILink. Supangat mencontohkan, harga gas LPG yang dijual koperasi berada di bawah harga pasar sekitar wilayah tersebut.
Rencana pengembangan usaha
Untuk meningkatkan pendapatan koperasi dan kesejahteraan anggota, KDMP merencanakan diversifikasi usaha berbasis potensi lokal. Salah satu rencana adalah memproduksi gula merah dari limbah kelapa sawit. Supangat berharap usaha baru ini dapat menambah pendapatan koperasi sekaligus membuka lapangan kerja baru di desa.
Dampak dan prospek
Dengan lebih dari 130 anggota, KDMP Nuar Maju menunjukkan model koperasi desa yang berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Jika pengembangan usaha berjalan sesuai rencana, anggota diperkirakan akan menikmati peningkatan pendapatan dan akses layanan yang lebih baik. Ke depan, kesuksesan koperasi tergantung pada manajemen usaha, partisipasi anggota, dan keberlanjutan pemanfaatan potensi lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamenkomdigi: Indonesia Harus Cepat Masuk Rantai Pasok AI
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan Indonesia harus cepat masuk rantai pasok AI, fokus pada pusat data, GPU...
Kapolri Cup 2026 Perkuat Sinergi dan Pembinaan Atlet Menembak
Kapolri Cup 2026 menjadi ajang sinergi lintas lembaga dan pembinaan atlet menembak, dihadiri personel Polri,...
BPOM Perkuat Industri Farmasi Nasional Lewat Kolaborasi TCBI
BPOM mendukung pendirian PT Tempo Chia Tai Tianqing (TCBI) untuk percepat produksi obat biologis dan kurangi...
Kemenhub Optimalkan Fungsi Terminal untuk Tingkatkan Layanan Umum
Kemenhub mendorong optimalisasi terminal untuk tingkatkan layanan angkutan umum dan pemanfaatan aset, disamp...
Pemkot Selidiki Kematian Harimau Putih Anggun di Semarang Zoo
Pemkot Semarang menyelidiki kematian harimau putih Anggun di Semarang Zoo, menyusul dugaan kesalahan prosedu...
Putri Ariani Meriahkan HAN 2026, KOWANI Tekankan Inklusivitas
Putri Ariani tampil di HAN 2026; KOWANI menyatakan penampilan itu menguatkan inklusivitas dan hak anak untuk...