YPKI Ajak Pegawai RRI Waspadai Risiko Kanker
Lembaga Pelayanan Publik (LPP) RRI bekerja sama dengan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) menyelenggarakan sosialisasi tentang pemahaman dan pencegahan kanker serta tumor pada Kamis, 18 Juni 2026. Acara berlangsung di auditorium Yusuf Ronodipuro dan diikuti sekitar 50 pegawai RRI. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap faktor risiko dan pentingnya deteksi dini.
Sosialisasi, narasumber, dan peserta
Kegiatan menghadirkan konsultan kesehatan YPKI, Afina Putri, sebagai pemateri utama. Afina menjelaskan mekanisme penyakit dan faktor lingkungan yang memperbesar risiko. Sekitar 50 pegawai hadir dan aktif mengikuti sesi tanya jawab. Acara disusun ringkas agar materi mudah dipahami oleh peserta dari berbagai unit kerja.
Faktor risiko dan pencegahan
Afina memaparkan bahwa kanker termasuk penyebab kematian tinggi dan bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Ia menekankan peran lingkungan dan gaya hidup sebagai faktor utama risiko.
"Kanker terjadi akibat perubahan sel normal menjadi sel tidak normal. Sel tersebut berkembang dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya,"
Menurut Afina, beberapa faktor yang perlu diwaspadai antara lain pola makan tidak sehat, paparan asap rokok, dan polusi udara. Ia juga mengingatkan untuk membatasi makanan olahan dan pengawet.
"Konsumsi makanan yang mengandung pengawet juga perlu diwaspadai. Paparan asap rokok dan polusi udara turut meningkatkan risiko kanker,"
Sebagai langkah pencegahan, Afina menganjurkan penerapan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan pemeriksaan berkala.
Respons peserta dan layanan pemeriksaan
Peserta mengapresiasi materi yang disampaikan dan menyatakan akan mengubah pola hidup. Salah satu peserta, Dana, menyebut materi sangat membantu dan aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.
"Demi menjaga dan mencegah penyakit kanker, saya akan menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga. Dan akan mengurangi konsumsi makanan kemasan dan olahan,"
Selain sosialisasi, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah. Puluhan pegawai memanfaatkan fasilitas ini untuk memeriksa kondisi awal dan berkonsultasi singkat dengan petugas kesehatan.
Implikasi dan langkah ke depan
Kegiatan ini memperkuat pentingnya edukasi kesehatan di lingkungan kerja. Dengan meningkatnya kesadaran, langkah pencegahan seperti pengurangan konsumsi makanan olahan dan pemeriksaan rutin diharapkan menjadi kebiasaan. LPP RRI dan YPKI berencana melanjutkan program edukasi serupa untuk menjangkau pegawai lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Flu dan Batuk Meningkat di Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kasus batuk, pilek, dan demam naik saat kemarau; warga diminta jaga daya tahan, waspadai tanda bahaya, dan p...
Kemenkes-BGN Perkuat Program MBG Bersama Pakar Gizi
Kemenkes dan BGN kumpulkan pakar gizi pada 5 Agustus 2026 untuk menyempurnakan Program MBG: porsi, sanitasi,...
Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya
Wamenkes Dante ungkap sekitar 650 ribu anak tiap tahun berstatus zero-dose; kendala geografis dan hoaks jadi...
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wamenkes ajak masyarakat rutin manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini obesitas dan penyakit tida...
Wamenkes Ajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Diabetes
Wamenkes Dante Saksono mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi diabe...
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah 'Silent Killer'
Kemenkes perkuat deteksi dini untuk cegah penyakit degeneratif yang berperan sebagai 'silent killer', kata W...