Yayasan UHN Rencanakan RS Pendidikan 17 Lantai di Medan
Yayasan Universitas HKBP Nommensen berencana membangun rumah sakit pendidikan setinggi 17 lantai di Kota Medan dengan kapasitas sekitar 400 tempat tidur. Rencana itu disampaikan saat pertemuan dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta pada 18 Juni 2026. Tujuan utama proyek adalah memperkuat layanan kesehatan nasional dan mengurangi kebutuhan pasien Indonesia berobat ke luar negeri.
Rencana dan spesifikasi fasilitas
Proyek yang dinamai Nommensen International Hospital dirancang sebagai rumah sakit tipe A dan pusat pendidikan kedokteran. Fasilitas ini ditargetkan memberikan layanan kesehatan berskala internasional serta mendukung kegiatan pengajaran dan riset.
Dengan kapasitas sekitar 400 tempat tidur, rumah sakit ini diharapkan menjadi salah satu rujukan utama di wilayah Sumatera Utara. Perencanaan menekankan penguatan kompetensi tenaga medis serta pengembangan riset klinis.
Dukungan pemerintah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan terhadap pembangunan fasilitas tipe A tersebut. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan layanan dengan kebutuhan lapangan agar tidak terjadi overpricing.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus juga menyambut baik inisiatif itu. Benny menilai proyek ini berpotensi mengurangi ketergantungan pasien Indonesia ke fasilitas kesehatan di luar negeri.
"Hal ini diharapkan bisa lebih mendukung program kesehatan secara nasional dan merupakan sebuah langkah konkrit mengurangi ‘ketergantungan’ orang Indonesia untuk berobat ke negara tetangga," kata Benny.
Peran pendidikan dan riset
Universitas HKBP Nommensen sudah memiliki Fakultas Kedokteran. Keberadaan rumah sakit pendidikan tipe A diharapkan menjadi pendukung utama kurikulum klinis dan pelatihan mahasiswa kedokteran.
Menurut Ketua Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, rumah sakit ini akan mendukung program pemerintah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Mendukung program Pemerintah Republik Indonesia di bidang kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta penguatan pendidikan kedokteran, Yayasan Universitas HKBP Nommensen berencana mendirikan Nommensen International Hospital di Kota Medan," ujar Effendi.
Dampak bagi pasien dan layanan regional
Salah satu tujuan strategis adalah mengurangi arus pasien yang selama ini memilih berobat ke Penang atau Singapura. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menekan biaya pengobatan luar negeri bagi pasien Indonesia.
Selain itu, penguatan fasilitas pendidikan dan riset diharapkan meningkatkan ketersediaan tenaga medis berkualitas di dalam negeri dan meningkatkan kapasitas layanan rujukan regional.
Rencana pembangunan Nommensen International Hospital menempatkan kota Medan sebagai titik penting dalam peta layanan kesehatan nasional. Proyek ini dipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran dan akses layanan medis berkualitas untuk masyarakat Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Flu dan Batuk Meningkat di Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kasus batuk, pilek, dan demam naik saat kemarau; warga diminta jaga daya tahan, waspadai tanda bahaya, dan p...
Kemenkes-BGN Perkuat Program MBG Bersama Pakar Gizi
Kemenkes dan BGN kumpulkan pakar gizi pada 5 Agustus 2026 untuk menyempurnakan Program MBG: porsi, sanitasi,...
Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya
Wamenkes Dante ungkap sekitar 650 ribu anak tiap tahun berstatus zero-dose; kendala geografis dan hoaks jadi...
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wamenkes ajak masyarakat rutin manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini obesitas dan penyakit tida...
Wamenkes Ajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Diabetes
Wamenkes Dante Saksono mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi diabe...
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah 'Silent Killer'
Kemenkes perkuat deteksi dini untuk cegah penyakit degeneratif yang berperan sebagai 'silent killer', kata W...