Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit, Jangan Remehkan
Kurang tidur bukan sekadar rasa kantuk biasa. Kebiasaan tidur yang tidak cukup meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius seperti penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi. Para ahli menekankan pentingnya tidur yang cukup bagi pemulihan sel dan fungsi tubuh secara keseluruhan, terutama bagi orang dewasa yang dianjurkan tidur tujuh hingga sembilan jam per malam.
Mengapa tidur penting
Tidur berperan sebagai waktu pemulihan bagi sel dan organ tubuh. Saat durasi tidur berkurang, proses regenerasi tidak berjalan optimal. Akibatnya, sistem tubuh bekerja kurang efisien dan daya tahan terhadap infeksi melemah.
Selain efek fisik, kurang tidur juga memengaruhi fungsi kognitif. Konsentrasi menurun dan produktivitas kerja terganggu jika seseorang rutin tidur di bawah kebutuhan idealnya.
Dampak kesehatan jangka panjang
Kurang tidur yang berkepanjangan berisiko memicu penyakit kronis. Berikut kondisi yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tidur buruk:
- Penyakit jantung
- Diabetes
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Risiko ini muncul karena tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan perbaikan metabolik dan regulasi hormon yang biasa berlangsung saat tidur nyenyak.
Anjuran ahli
"Tidur adalah fondasi kesehatan manusia. Kualitas tidur memengaruhi fungsi otak dan metabolisme," kata Matthew Walker, ilmuwan tidur dan profesor neuroscience.
Imbauan utama adalah memenuhi durasi tidur yang direkomendasikan dan menjaga konsistensi jadwal tidur. Pola tidur yang teratur membantu tubuh melakukan regenerasi secara lebih efektif.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan
Mengatur waktu tidur menjadi langkah mudah namun berdampak besar. Menetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari membantu meningkatkan kualitas tidur.
Selain itu, memprioritaskan kebutuhan tidur dalam rutinitas harian dapat menjaga produktivitas dan kesehatan jangka panjang. Perubahan kecil pada kebiasaan tidur dapat mencegah dampak buruk yang lebih serius.
Kesimpulannya, jangan meremehkan efek kurang tidur. Memperbaiki durasi dan kualitas tidur adalah investasi penting untuk kesehatan fisik dan mental di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Flu dan Batuk Meningkat di Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kasus batuk, pilek, dan demam naik saat kemarau; warga diminta jaga daya tahan, waspadai tanda bahaya, dan p...
Kemenkes-BGN Perkuat Program MBG Bersama Pakar Gizi
Kemenkes dan BGN kumpulkan pakar gizi pada 5 Agustus 2026 untuk menyempurnakan Program MBG: porsi, sanitasi,...
Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya
Wamenkes Dante ungkap sekitar 650 ribu anak tiap tahun berstatus zero-dose; kendala geografis dan hoaks jadi...
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wamenkes ajak masyarakat rutin manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini obesitas dan penyakit tida...
Wamenkes Ajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Diabetes
Wamenkes Dante Saksono mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi diabe...
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah 'Silent Killer'
Kemenkes perkuat deteksi dini untuk cegah penyakit degeneratif yang berperan sebagai 'silent killer', kata W...