Menekraf Dorong Industri Imersif Lokal Jadi Destinasi Ekonomi
Menekraf Teuku Riefky Harsyaindustri imersif lokal sebagai destinasi ekonomi baru yang memberi manfaat sosial. Ia menilai ruang kreatif seperti Wonderlab mampu mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi serta mendukung tumbuh kembang anak.
Kunjungan Menekraf dan dukungan pemerintah
Dalam kunjungan tersebut Menekraf menyampaikan dukungan kementerian terhadap inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengembangan pengalaman imersif menjadi bagian strategi new engine of growth ekonomi kreatif Indonesia.
"Ketika industri kreatif lokal mampu menerjemahkan kreativitas menjadi ruang fisik imersif seperti ini, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, tetapi juga membangun tempat di mana generasi masa depan kita bisa tumbuh tangguh dan adaptif,"
Menurut Menekraf, contoh seperti Wonderlab menunjukkan bagaimana kreativitas dapat dikembangkan menjadi produk berbasis pengalaman yang bernilai ekonomi. Grand opening Wonderlab dijadwalkan pada 15 Juni 2026 sebagai destinasi edukasi imersif pertama untuk anak-anak di Indonesia.
Fasilitas dan kapasitas Wonderlab
Wonderlab berdiri di atas lahan seluas 1.405 meter persegi dan menyediakan beragam fasilitas edukasi serta permainan imersif untuk anak. Fasilitas dirancang untuk mendukung aktivitas fisik, eksplorasi, dan pembelajaran multidisiplin.
| Fasilitas | Detail |
|---|---|
| Luas lahan | 1.405 m2 |
| Wonder Class | Ruang edukasi multidisiplin |
| Kolam bola interaktif | 320.000 bola, terbesar di Jakarta |
Manfaat pendidikan dan pengembangan karakter
Belinda Luis, CEO Wonder World Entertainment, menjelaskan tujuan wahana ini adalah mendukung perkembangan akademik sekaligus membentuk karakter anak sejak dini. Aktivitas bermain yang terstruktur dipandang penting untuk membangun ketangguhan dan kepercayaan diri.
"Wonderlab hadir mengembalikan keseimbangan perkembangan anak melalui ruang belajar, bermain, dan bereksplorasi yang mendukung pertumbuhan. Anak dapat bergerak, berpikir, mencoba, serta membangun keberanian, ketangguhan, adaptasi, dan rasa ingin tahu tinggi,"
Dengan kombinasi pembelajaran dan pengalaman imersif, pengelola berharap Wonderlab menjadi model ekonomi kreatif yang menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Prospek dan implikasi
Dukungan pemerintah terhadap fasilitas seperti Wonderlab membuka peluang bagi lahirnya lebih banyak inovasi berbasis pengalaman. Jika model ini berkembang, industri imersif lokal dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan memperkaya ekosistem edukasi anak di kota-kota besar.
Berita Terkait
64.479 Peserta Ikuti UM-PTKIN 2026, Jawa Barat Terbanyak
Sebanyak 64.479 peserta terdaftar mengikuti UM-PTKIN 2026 (8–14 Juni); Jawa Barat catat pendaftar terbanyak...
Kemenbud Dukung Pemajuan Budaya Daerah, Fokus pada Banyumas
Kemenbud menegaskan dukungan percepatan pemajuan budaya daerah dan promosi seni Banyumas pada 8 Juni 2026 di...
Tangerang dan DIY Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan
Tangerang dan DIY meningkatkan pemantauan harga pangan awal Juni 2026 karena kenaikan beberapa komoditas aki...
Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Hanya dari Keluarga Kurang Mampu
Mensos Saifullah Yusuf menyatakan siswa Sekolah Rakyat direkrut dari keluarga Desil 1-2 via DTSEN; target 36...
Prabowo Lantik Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Said Iqbal
Presiden Prabowo melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, dua wakil kepala, dan mengangkat Said Iqbal seb...
Menaker Serahkan Ratifikasi ILO 188 untuk Lindungi Awak Kapal
Menaker Yassierli menyerahkan instrumen ratifikasi ILO 188 di Jenewa pada 8 Juni 2026 untuk memperkuat perli...