Nasional

Wamendagri: Optimalkan Bonus Demografi untuk Capai Indonesia Maju

Bagikan:
Wamendagri Bima Arya berorasi di Universitas Garut saat wisuda, 26 Juli 2026

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan pentingnya mengoptimalkan bonus demografi untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah dan menjadi negara maju dalam 20 tahun. Pernyataan itu disampaikan pada orasi ilmiah Sidang Terbuka Senat Universitas Garut saat wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II, Minggu, 26 Juli 2026, di Garut, Jawa Barat. Ia menekankan bahwa manfaat bonus demografi bergantung pada persiapan kompetensi dan karakter generasi muda.

Mengapa bonus demografi krusial

Bima mengatakan Indonesia kini didominasi penduduk usia produktif, sehingga memiliki modal demografis besar. Namun, modal itu tidak otomatis menghasilkan kemajuan ekonomi tanpa peningkatan keterampilan dan karakter. Oleh karena itu, pemanfaatan bonus demografi harus terukur dan terarah untuk menaikkan kelas ekonomi bangsa.

Kompetensi masa depan yang perlu dikuasai

Transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence telah mengubah kebutuhan dunia kerja dan tata kelola pemerintahan. Bima mengingatkan generasi muda perlu menguasai kompetensi teknis agar siap menghadapi perubahan tersebut.

  • AI dan pembelajaran mesin
  • Big data dan analisis data
  • Ilmu komputer dan sistem informasi
  • Robotika dan teknologi otomatisasi

Penguasaan bidang-bidang ini akan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

Karakter sebagai penentu utama

Selain keterampilan teknis, Bima menekankan pentingnya pembentukan karakter. Menurutnya, karakter seperti integritas, disiplin, dan kemampuan beradaptasi menentukan keberhasilan individu dan institusi.

"Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter."

Dia juga mendorong para wisudawan untuk menempatkan adab dan integritas sebagai landasan dalam mengembangkan ilmu.

Kepemimpinan, kolaborasi, dan visi jangka panjang

Bima mengajak generasi muda menjadi pemimpin yang kolaboratif dan terbuka terhadap perbedaan. Ia melihat inovasi, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian sebagai modal penting untuk mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi."

Untuk mewujudkan target tersebut, pengembangan kompetensi teknis harus disertai pendidikan karakter yang konsisten, serta kebijakan yang mendukung pendidikan, pelatihan vokasi, dan kesempatan kerja produktif. Integrasi antara pendidikan, industri, dan pemerintah menjadi kunci agar bonus demografi benar-benar menjadi pendorong transformasi nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait