Dinkes Medan Waspadai Abu Erupsi Sinabung Setinggi 3.500 Meter
MEDAN – Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau warga waspada terhadap keluarnya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung yang memuntahkan abu hingga 3.500 meter dari puncak. Imbauan disampaikan pada Senin 31 Agustus menyusul potensi dampak pada pernapasan dan kualitas udara, terutama bagi kelompok rentan.
Ancaman kesehatan: ISPA dan polutan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, menegaskan abu vulkanik dapat membawa polutan yang memicu gangguan pernapasan. Risiko yang paling dikhawatirkan adalah kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, meski lokasi terdampak berada jauh dari sumber erupsi.
Dampaknya bisa langsung maupun tidak langsung. Walaupun jauh, kita tetap melihat situasinya. Yang jelas abu vulkanik berkaitan dengan polutan yang bisa menyebabkan ISPA
- dr. Surya Syahputra Pulungan
Imbauan bagi warga dan kelompok rentan
Untuk mengurangi risiko, Dinas Kesehatan meminta masyarakat menahan diri dari aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Langkah sederhana seperti penggunaan masker saat berada di ruang publik disarankan untuk mengurangi paparan partikel halus.
Kalau tidak terlalu penting, jangan banyak beraktivitas di luar rumah. Gunakan masker sebagai salah satu pelindung, terutama di tempat umum dan ruang terbuka
- dr. Surya Syahputra Pulungan
Imbauan ini ditujukan khususnya kepada anak-anak dan lanjut usia yang lebih rentan terhadap ISPA. Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah di sekitar rumah karena dapat memperburuk kualitas udara dan memicu gangguan pernapasan.
Pemantauan kasus dan pencegahan
Pihak Dinas Kesehatan masih memantau perkembangan kasus ISPA melalui fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas. Data terus dikumpulkan untuk mendeteksi kenaikan kasus dan menentukan langkah tanggap lebih lanjut.
Selain mengurangi paparan abu, dr. Surya juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh menghadapi cuaca ekstrem. Perubahan dari panas terik di siang hari menjadi hujan pada sore atau malam hari perlu diantisipasi dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Dengan pemantauan berkelanjutan dan kepatuhan masyarakat terhadap imbauan kesehatan, diharapkan dampak kesehatan akibat abu erupsi dapat diminimalkan. Dinas Kesehatan akan terus memantau situasi dan memberikan informasi jika kondisi berubah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mutasi Polda Aceh 2026: Daftar Pejabat yang Dimutasi
Kapolda Aceh merotasi sejumlah pejabat utama dan Kapolres berdasarkan ST Kapolri 30 Agustus 2026 untuk penye...
Vonis 9 Tahun kepada Terdakwa Terima Etomidate 1,3 Liter di Medan
PN Medan menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dan denda Rp250 juta kepada Muhammad Rafi yang terbukti menerima...
Karhutla Gambut di Tapaktuan: 7 Ha Terbakar, 70 Personel Dikerahkan
Kebakaran lahan gambut di Gampong Drien, Tapaktuan, membakar sekitar 7 ha sejak 28 Agustus; 70 personel dike...
Wali Kota Lepas Tim Sidak Stabilkan Pasokan Pangan di Pematangsiantar
Wali Kota Wesly Silalahi melepas Tim Sidak 31 Agustus untuk memeriksa stok dan harga pangan di Pasar Horas,...
Dinas Pertanian Simalungun Pendataan Padi Rusak Akibat Angin Kencang
Dinas Pertanian Simalungun mendata lahan padi rusak akibat hujan dan angin kencang; bantuan benih dan obat d...
Erupsi Sinabung Sebabkan Penundaan Penerbangan di Kualanamu
Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan abu vulkanik, menunda dan membatalkan beberapa penerbangan dari dan ke Ba...