Vonis 9 Tahun kepada Terdakwa Terima Etomidate 1,3 Liter di Medan
Medan — Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 9 tahun penjara kepada Muhammad Rafi alias Rafi bin Syeh Umar, Senin (31/9). Rafi dinyatakan terbukti menerima paket pod getar/vape ilegal berisi narkotika golongan II jenis etomidate sebanyak 1,3 liter yang dikirim dari Malaysia.
Putusan dan hukuman tambahan
Majelis hakim yang diketuai Lodewyk Ivandrie Simanjuntak menyatakan Rafi, 30 tahun, warga Ulee Tutue Raya, Kabupaten Pidie, Aceh, bersalah atas tindak pidana narkotika. Selain hukuman penjara, Rafi diganjar denda sebesar Rp250 juta.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Rafi alias Rafi bin Syeh Umar dengan pidana penjara selama 9 tahun," kata Lodewyk.
Hakim menetapkan denda harus dibayar secara tunai atau dicicil dalam waktu satu tahun setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Bila denda tidak dilunasi, pendapatan dan kekayaan terdakwa akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutup denda yang belum dibayar. Jika kekayaan tidak mencukupi, denda diganti dengan pidana pengganti selama 90 hari penjara.
Pertimbangan hakim
Dalam amar putusan, majelis menyebut sejumlah faktor yang memberatkan dan meringankan. Keadaan yang memberatkan termasuk tindakan Rafi dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, berpotensi merusak generasi muda, dan menyebabkan keresahan masyarakat.
"Keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas narkotika... perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat," ujar Lodewyk.
Sementara itu, hakim mencatat hal meringankan: Rafi mengakui dan menyesali perbuatannya, bersikap sopan selama persidangan, serta belum pernah dihukum sebelumnya.
Dasar hukum dan langkah selanjutnya
Majelis menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 119 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
"Menyatakan perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah..."
Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Medan dan terdakwa sama-sama menyatakan masa pikir-pikir tujuh hari untuk menentukan sikap menerima putusan atau mengajukan banding. Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa sebelumnya, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 170 hari penjara.
Implikasi
Putusan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap penyelundupan narkotika melalui perangkat vape dan pod getar. Para pihak terkait diharapkan terus mengawal proses hukum berikutnya, termasuk kemungkinan upaya banding, untuk memastikan efek jera dan pencegahan peredaran narkotika yang memanfaatkan moda kirim barang elektronik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pangdam Iskandar Muda Mahesa Fitriadi Disambut di Bandara SIM
Wagub Aceh dan Forkopimda menyambut Brigjen Mahesa Fitriadi sebagai Pangdam Iskandar Muda di Bandara SIM, Ac...
Kabut Asap Ancam Ibu Hamil, Video Bupati Viral, Rutan Gagalkan Sabu
IDAI Sumut peringatkan bahaya kabut asap bagi ibu hamil; video Bupati Deliserdang viral; Rutan Medan menggag...
Bencana Taput: 36 Meninggal, Kerugian Taksir Rp3,78 Triliun
Banjir dan longsor di Tapanuli Utara 25 Nov menyebabkan 36 tewas, 14.033 terdampak, kerugian Rp3,78 triliun;...
HUT ke-81 Labuhanbatu: Perayaan Megah versus 40.490 Warga Miskin
Perayaan HUT ke-81 Labuhanbatu disorot setelah data BPS: 7,37% atau 40.490 warga masih miskin; aktivis minta...
Video Bupati Deliserdang 'Gaji Rp10 Juta' Viral, Dilaporkan ke Komdigi
Video Bupati Deliserdang soal gaji Rp10 juta untuk pencari kerja viral; Kominfostan melaporkan penyebaran ko...
Asap Karhutla Ancam Ibu Hamil dan Perkembangan Janin
Kabut asap karhutla mengancam ibu hamil dan perkembangan janin pada fase awal; dokter anak IDAI Sumut imbau...