Karhutla Gambut di Tapaktuan: 7 Ha Terbakar, 70 Personel Dikerahkan
Tapaktuan, Aceh Selatan — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, mulai 28 Agustus telah membakar sekitar tujuh hektare. Pemerintah setempat mengerahkan 70 personel gabungan untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kobaran.
Kronologi dan kondisi terkini
Karhutla muncul pada Jumat (28/8) dan terdeteksi di dua titik terpisah. Hingga hari keempat, petugas menemukan asap tebal meski titik api permukaan sebagian besar sudah terkontrol. Tim tetap berjaga karena bara di lapisan gambut bisa menyala kembali.
Upaya pemadaman dan progres
Operasi melibatkan BPBD Aceh Selatan, TNI, Polri, pemerintahan kecamatan, personel Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), serta masyarakat setempat. Pemadaman menggunakan empat pompa berkapasitas besar dan penyiraman intensif.
| Lokasi (Koordinat) | Luas Terbakar | Progres Pemadaman |
|---|---|---|
| 2.977610 N, 97.481011 E | ~4 hektare | 85% (naik dari 80%) |
| 2.584293 N, 97.284983 E | ~3 hektare | 50% (naik dari 10%) |
"Titik api tidak ada lagi, hanya saja asap masih tebal. Makanya, petugas terus mengintensifkan penyiraman untuk mencegah timbulnya titik api baru. Saya pastikan kekuatan maksimal dengan total 70 personel tetap kita standby-kan di lokasi sampai keadaan benar-benar pulih,"
Mudatsir ZA, Plt Kepala BPBD Aceh Selatan.
Tantangan lapangan
Koordinator lapangan, Kapten Inf Faisal Kurniawan (Danramil 09/Trumon Tengah), menyebut medan dan keterbatasan pasokan air sebagai kendala utama. Lokasi cukup jauh dan sulit dijangkau, sehingga penanganan dilakukan bertahap.
"Fokus kita adalah titik-titik asap yang masih muncul dan berpotensi menimbulkan bara kembali. Medan yang kita hadapi cukup sulit, jarak juga menjadi kendala, ditambah sumber air yang terbatas,"
Kapten Inf Faisal Kurniawan.
Petugas terus melakukan penyisiran, penyiraman, dan pendinginan pada area yang masih mengeluarkan asap. Setiap titik yang ditemukan langsung dibasahi dan didinginkan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Langkah berikutnya
Tim gabungan akan tetap disiagakan hingga lahan dinyatakan aman. Pemantauan intensif terus berlangsung agar kebakaran susulan dapat segera ditangani bila muncul tanda-tanda bara atau asap kembali.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Taqwaddin: Cendekiawan ICMI Aceh Harus Hadirkan Keteladanan
Ketua MPW ICMI Aceh Dr Taqwaddin ajak cendekiawan gabungkan kecerdasan dengan keteladanan dan kerja nyata un...
Debit Mata Ie Menurun, Perumdam Siapkan Mobil Tangki dan SPAM
Debit Mata Ie di Aceh Besar menurun sepanjang 2026; Perumdam siapkan mobil tangki dan dorong pembangunan SPA...
143 Lulusan STMIK TIME Diwisuda, Siap Melangkah ke Dunia Kerja
Sebanyak 143 lulusan STMIK TIME diwisuda di Medan; lulusan diimbau terus memperbarui kompetensi di tengah di...
Banjir Belawan, Wali Kota Medan Turun Lapangan; Bendungan Jebol
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong di Belawan saat ancaman banjir, sementara tanggul Pulo Payu...
Jeffry Barata Lubis Terpilih Aklamasi Ketua SMSI Madina 2026-2029
Jeffry Barata Lubis terpilih aklamasi sebagai Ketua SMSI Madina 2026-2029 dalam Musyawarah I di Panyabungan,...
Rico Waas Usulkan 35% APBD untuk Benahi Medan Utara
Wali Kota Medan Rico Waas pimpin gotong royong di Belawan dan usulkan 35% APBD untuk perbaikan infrastruktur...