Dinas Pertanian Simalungun Pendataan Padi Rusak Akibat Angin Kencang
SIMALUNGUN – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan lahan dan petani yang tanaman padinya rusak setelah diterjang hujan dan angin kencang pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Kecamatan Pematangbandar. Jenri melakukan peninjauan areal persawahan di Nagori Bandar Manis pada Senin, 31 Agustus 2026, untuk melihat langsung dampak dan mengarahkan langkah penanganan.
Pendataan kerusakan dan imbauan awal
Jenri menegaskan timnya sedang menghimpun data untuk mengetahui seberapa luas kerusakan dan berapa banyak petani terdampak. Pendataan ini menjadi dasar untuk menentukan bantuan dan langkah teknis selanjutnya.
Kita masih melakukan pendataan seberapa banyak lahan atau petani yang tanaman padinya rusak terdampak angin kencang
Petani diminta bersabar karena kerusakan akibat bencana alam sulit diprediksi. Sementara itu, Dinas Pertanian memberi arahan praktis supaya kerugian tidak membesar.
Saran teknis untuk petani
Untuk lahan yang padi masih hijau, petani disarankan mendirikan kembali tanaman yang tumbang. Sedangkan untuk yang sudah menguning, disarankan segera dipanen agar tidak menambah kerugian akibat roboh atau tumbang.
Ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi akibat tanaman padi tumbang atau roboh disebabkan angin kencang
Imbauan tanaman sekitar sawah
Jenri juga mengingatkan petani agar pada musim tanam berikutnya tidak menanam tanaman non-padi yang merugikan pada lahan sawah produktif. Ia menyoroti ubi kayu dan kelapa sawit yang dapat menimbulkan masalah hama.
Areal tanaman ubi kayu dan kelapa sawit bisa menjadi tempat bersarangnya tikus, salah satu hama yang paling ditakuti petani sawah
Tindak lanjut dan bantuan
Pihak dinas merencanakan program bantuan pada musim tanam yang dijadwalkan pada November 2026. Bantuan yang disiapkan meliputi benih padi dan obat-obatan pertanian untuk membantu pemulihan produksi petani terdampak.
Setelah meninjau Nagori Bandar Manis, tim Dinas Pertanian melanjutkan peninjauan ke Nagori Talun Madear yang juga terdampak angin kencang. Tim melibatkan staf dan penyuluh lapangan untuk percepatan pendataan dan penanganan di lokasi.
Dampak di lapangan
Belasan hektare padi di beberapa nagori di Kecamatan Pematangbandar dilaporkan rusak. Sejumlah petani mengaku tidak bisa berbuat banyak selain memperbaiki petakan yang masih memungkinkan dan menerima kondisi bagi bagian tanaman yang tidak bisa diselamatkan.
Beberapa petak tanaman padi yang tumbang masih bisa diperbaiki dengan cara mengikat dengan tanaman yang lain. Namun, tanaman padi yang sudah tidak bisa diperbaiki untuk sementara dibiarkan begitu saja hingga panen tiba
Pendataan yang sedang berlangsung akan menjadi dasar penyaluran bantuan dan penetapan langkah mitigasi agar risiko serupa dapat berkurang pada musim tanam berikutnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pangdam Iskandar Muda Mahesa Fitriadi Disambut di Bandara SIM
Wagub Aceh dan Forkopimda menyambut Brigjen Mahesa Fitriadi sebagai Pangdam Iskandar Muda di Bandara SIM, Ac...
Kabut Asap Ancam Ibu Hamil, Video Bupati Viral, Rutan Gagalkan Sabu
IDAI Sumut peringatkan bahaya kabut asap bagi ibu hamil; video Bupati Deliserdang viral; Rutan Medan menggag...
Bencana Taput: 36 Meninggal, Kerugian Taksir Rp3,78 Triliun
Banjir dan longsor di Tapanuli Utara 25 Nov menyebabkan 36 tewas, 14.033 terdampak, kerugian Rp3,78 triliun;...
HUT ke-81 Labuhanbatu: Perayaan Megah versus 40.490 Warga Miskin
Perayaan HUT ke-81 Labuhanbatu disorot setelah data BPS: 7,37% atau 40.490 warga masih miskin; aktivis minta...
Video Bupati Deliserdang 'Gaji Rp10 Juta' Viral, Dilaporkan ke Komdigi
Video Bupati Deliserdang soal gaji Rp10 juta untuk pencari kerja viral; Kominfostan melaporkan penyebaran ko...
Asap Karhutla Ancam Ibu Hamil dan Perkembangan Janin
Kabut asap karhutla mengancam ibu hamil dan perkembangan janin pada fase awal; dokter anak IDAI Sumut imbau...