DPR Tak Persoalkan Nonmiliter Jadi Wamenhan, Norman Joesoef Mencuat
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai figur dari kalangan nonmiliter masih berpeluang mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Pernyataan ini disampaikan pada Minggu, 9 Agustus 2026, terkait mencuatnya nama pengusaha Norman Joesoef sebagai calon Wamenhan. Dave menekankan bahwa yang terpenting adalah kepentingan pertahanan negara dan kemampuan menjalankan tugas, bukan semata latar belakang profesi.
Reaksi DPR Komisi I dan syarat utama
Dave menyatakan latar belakang militer bukan satu-satunya tolok ukur dalam penunjukan Wamenhan. Menurutnya, posisi tersebut lebih membutuhkan kompetensi, pengalaman, dan kemampuan koordinasi yang kuat. Ia menegaskan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara sipil dan militer agar tidak menimbulkan gesekan.
"Apabila nantinya posisi tersebut diisi oleh sosok dari kalangan nonmiliter, saya kira hal itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang otomatis menimbulkan gesekan dengan TNI. Selama pembagian tugas dan kewenangan jelas, komunikasi berjalan baik, serta seluruh pihak bekerja dalam kerangka kebijakan pertahanan yang sama, sinergi dapat berjalan secara profesional."
Dave menambahkan bahwa yang utama adalah menjaga soliditas dan menempatkan kepentingan pertahanan negara di atas kepentingan lain.
Secara ringkas, Dave merinci beberapa kriteria penting bagi calon Wamenhan:
- Kompetensi dan pengalaman di bidang terkait;
- Pemahaman terhadap isu strategis pertahanan;
- Kemampuan membangun koordinasi antarinstansi;
- Kapasitas mendukung pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional.
"Posisi Wakil Menteri Pertahanan membutuhkan kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi yang baik," ujar Dave.
Keputusan di tangan Presiden
Dave juga mengingatkan bahwa proses penentuan pejabat kabinet, termasuk Wamenhan, sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta publik tidak mendahului proses yang masih berjalan dan menunggu keputusan resmi dari Istana.
"Terkait wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan, menurut saya, hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan Presiden... Kita perlu menunggu keputusan resmi dan tidak mendahului proses yang masih berjalan," kata Dave.
Nama Norman Joesoef dalam wacana
Nama Norman Joesoef belakangan muncul dalam wacana pengisian posisi Wamenhan. Norman dikenal sebagai pengusaha yang berkecimpung di sektor industri pertahanan. Hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut.
Dengan dinamika ini, DPR menekankan bahwa penilaian terhadap calon Wamenhan sebaiknya berbasis kapasitas dan kebutuhan organisasi pertahanan. Publik diminta bersabar hingga keputusan akhir diumumkan oleh Presiden.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Dukung Board Game Masuk Jaringan Ritel Nasional
Menekraf mendorong board game lokal masuk jaringan ritel nasional untuk memperkuat ekosistem dan mendorong p...
Kontribusi Ekraf ke PDB 2025 Capai 7,3%, Menekraf Optimistis Melonjak
Sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,3% terhadap PDB 2025, didorong pertumbuhan aplikasi dan gim 18,22% dan d...
Kemenhut Kejar Aliran Uang di Perdagangan Satwa Liar Ilegal
Kemenhut mengubah strategi penegakan untuk membidik aliran uang dan pemilik manfaat di balik perdagangan sat...
Pemerintah Galakkan Budaya Membaca bagi Pelajar, Buku Akan Diperbarui
Pemerintah galakkan wajib membaca bagi pelajar dan akan memperbarui buku pelajaran untuk menarik minat baca...
Hashim Tegaskan MBG Akan Terus Berjalan Selama Kepemimpinan Prabowo
Hashim menegaskan MBG akan terus berjalan selama Prabowo memimpin; ia akan kunjungi kampus untuk jelaskan la...
Korban Kebakaran Bapenda DKI Alami Sesak Napas, Masih Dirawat
Korban kebakaran Gedung Bapenda DKI mengalami sesak napas dan masih dirawat; Puslabfor selidiki penyebab, pe...