Wamendikdasmen Fajar Raih Public Leadership Award UMS 2026
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menerima Public Leadership Award pada acara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Award 2026. Penghargaan diserahkan sebagai pengakuan atas rekam jejak, integritas, prestasi, dan kontribusi Fajar bagi pendidikan dan masyarakat, sekaligus menjadi panggilan agar ilmu kembali kepada pengabdian.
Penghargaan dan pesan utama
Fajar memaknai penghargaan itu bukan sekadar apresiasi karier. Menurutnya, itu mengingatkan bahwa kepemimpinan dan pengetahuan harus bermuara pada manfaat untuk orang lain.
"Saya hadir dengan amanah sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Tetapi sesungguhnya saya sedang pulang ke tempat yang ikut membentuk cara saya memahami pendidikan, keislaman, kemuhammadiyahan, dan Indonesia,"
Ia menjelaskan kampus memberi ruang untuk membaca, bertanya, dan bertemu gagasan, sementara pengalaman dan pergaulan menuntun kecerdasan agar berorientasi pada nilai.
"Jabatan memiliki batas waktu, penghargaan suatu saat menjadi arsip, gelar akademik tinggal beberapa huruf di belakang nama. Yang lebih lama tinggal adalah jejak manfaat yang kita tinggalkan pada kehidupan orang lain,"
Peran alumni sebagai jembatan perubahan
Fajar menegaskan alumni perguruan tinggi memainkan peran strategis. Mereka berada di persimpangan antara ilmu dan realitas sosial, sehingga diharapkan menjadi penghubung antara gagasan akademis dan kebijakan nyata.
Dia mendorong alumni UMS mengubah kekuatan jejaring menjadi ekosistem kolaborasi dengan semboyan IKA UMS, Reconnect, Share, Together. Lewat kolaborasi, alumni bisa berbagi pengetahuan, peluang, dan jejaring untuk menjawab persoalan masyarakat.
Tantangan pendidikan dan target Indonesia 2045
Fajar juga menyinggung tantangan yang dihadapi sektor pendidikan: perubahan akibat kecerdasan buatan, terbukanya kompetisi talenta, dan ketimpangan sosial yang masih harus diatasi. Karena itu, menurutnya, Indonesia butuh bukan sekadar orang pintar, melainkan orang terdidik yang mau mengambil tanggung jawab.
"Indonesia membutuhkan orang terdidik yang bersedia mengambil tanggung jawab,"
Dia mengaitkan peran alumni dengan visi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang sekarang bersekolah akan menjadi aktor utama dua dekade mendatang.
"2045 bukan janji sejarah, ia adalah hasil dari keputusan yang kita ambil hari ini. Kita harus bergerak dari alumni sebagai jaringan sosial menjadi alumni sebagai kekuatan pembangunan,"
Data lulusan UMS
Sampai Juni 2026, tercatat sebanyak 181.761 mahasiswa telah lulus dari UMS pada berbagai jenjang. Angka itu menunjukkan kapasitas lulusan dari sebuah kampus swasta yang beroperasi selama 67 tahun.
Penutup
Fajar menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar tugas pemerintah.
"Pendidikan adalah urusan semua orang, karena masa depan bangsa adalah urusan semua orang,"ujar dia, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama demi masa depan yang lebih inklusif dan berdaya guna.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...