Lokal

Pematangsiantar Perkuat Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan UMKM

Bagikan:
Wali Kota Wesly Silalahi membuka edukasi wakaf produktif di aula Kantor Inspektorat Daerah Pematangsiantar

Pematangsiantar, Selasa (13/10) — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyambut gagasan wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan UMKM, namun menegaskan bantuan tidak boleh berhenti pada penyerahan aset tanpa pendampingan dan peningkatan kapasitas.

Wali Kota: Wakaf harus disertai pendampingan

Wesly membuka edukasi ekonomi dan keuangan syariah bertajuk Wakaf Produktif: Manfaat Berkelanjutan, Kemandirian Menguat, Ekonomi Umat Meningkat di aula Kantor Inspektorat Daerah Pematangsiantar, Jalan Siatas Barita.

"Kita harus memastikan adanya pendampingan, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, pencatatan usaha, akses perbankan serta evaluasi terhadap perkembangan usaha,"

Menurut Wesly, ekonomi syariah tidak hanya soal layanan perbankan, melainkan menekankan keadilan, transparansi, produktivitas, dan keberlanjutan sehingga manfaatnya luas bagi masyarakat. Ia meminta peserta aktif bertanya dan berdiskusi untuk menggali manfaat kegiatan ini.

Tujuan edukasi dan data Baznas

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 untuk meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, terutama pemahaman pengelolaan Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf).

"Paparan itu menekankan perlunya indikator hasil yang terukur, antara lain jumlah produk tersertifikasi halal, rasio aset perbankan syariah terhadap PDRB dan indeks zakat nasional,"

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Sari Dewi Rizkiyani Damanik, menyatakan paparan tersebut menjadi rujukan untuk menyelaraskan program dengan RPJMD dan dokumen perencanaan daerah.

JenisPenerimaNilai (Rp)
Total pengumpulan ZIS dan bantuan-200.054.000
Total penyaluran-192.700.000
Bantuan pendidikan (16 siswa)1616.000.000
Zakat Ramadhan (520 dhuafa)520104.000.000
Bantuan pendidikan santri (20)2020.000.000
Pembangunan/bedah rumah (2 penerima)250.000.000
Bantuan beras 5 kg (30 anak yatim)302.700.000
Dukungan Baznas Prov. Sumut - pendidikan-20.000.000
Dukungan Baznas Prov. Sumut - rumah-50.000.000

Rencana tindak lanjut 2027

Sari mengusulkan agar edukasi lanjutan masuk ke program kerja TPAKD 2027 dengan sasaran, jadwal, mitra, dan keluaran yang jelas. Rencana tindak lanjut yang diusulkan meliputi:

  • Koordinasi dengan Baznas kota dan provinsi, Bank Indonesia, serta lembaga keuangan syariah.
  • Perluasan literasi dan akses kanal informasi resmi terkait Ziswaf.
  • Pemetaan kebutuhan masyarakat untuk pemanfaatan Ziswaf dalam bantuan sosial dan pemberdayaan produktif.
  • Penyelarasan program ekonomi syariah dengan RPJMD dan dokumen perencanaan perangkat daerah.
  • Penerapan indikator hasil yang realistis serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

Usai pembukaan, Wesly menyerahkan wakaf melalui pemindaian barcode dan penyerahan simbolis kepada BKM Masjid Rahmat. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Bank Syariah Indonesia, Majelis Ulama, Baznas, perwakilan BI, pimpinan OPD, camat, lurah, dan pemangku kepentingan lain.

Harapannya, kegiatan ini mampu memperkuat literasi dan kolaborasi pengembangan ekonomi syariah di Pematangsiantar sehingga pengelolaan Ziswaf berjalan amanah, transparan, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait