TNI AD: Wafatnya Ryamizard, Kehilangan Besar bagi Bangsa
TNI Angkatan Darat menyatakan wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai kehilangan besar bagi institusi dan bangsa. Almarhum, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan 2014–2019, meninggal pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.
Ucapan duka dari TNI AD
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Ryamizard. Ia menilai almarhum dikenal sebagai prajurit yang menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian tinggi kepada negara.
Keluarga Besar TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Beliau merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang sepanjang hidupnya menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi kepada negara.
Jejak karier dan kontribusi
Ryamizard lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan merupakan putra Musannif Ryacudu. Karier militernya menempatkan dia pada sejumlah posisi strategis hingga dipercaya menjabat KSAD pada 2002–2005.
Setelah purnatugas dari militer aktif, Ryamizard kembali mengabdi sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019. Dalam jabatan itu, ia berperan pada penguatan sistem pertahanan nasional dan peningkatan kapasitas pertahanan negara di tengah dinamika lingkungan strategis.
Penguatan profesionalisme dan kesiapan satuan
Menurut Donny, di bawah kepemimpinan Ryamizard, TNI AD fokus memperkuat profesionalisme, disiplin, dan kesiapan satuan. Upaya tersebut dinilai meningkatkan kemampuan dalam menjaga kedaulatan negara.
Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdiannya akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus prajurit Angkatan Darat.
Warisan dan penghormatan
TNI AD menilai jejak pengabdian dan kontribusi almarhum akan terus dikenang sebagai bagian penting sejarah pertahanan dan perjalanan bangsa. Doa dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Berikut posisi strategis yang pernah diemban almarhum:
- KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat), 2002–2005
- Menteri Pertahanan, 2014–2019
Kepergian Ryamizard meninggalkan warisan pengabdian yang dianggap akan terus menjadi inspirasi bagi prajurit dan generasi penerus. Institusi dan publik kini menatap penghormatan terakhir serta refleksi atas peran almarhum dalam penguatan pertahanan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...