Lokal

Keluarga Kecewa: Video Penghinaan terhadap Jenderal Nasution Viral

Bagikan:
Potongan layar video yang diduga menghina Jenderal Besar A.H. Nasution

MEDAN — Pengurus yayasan dan keluarga Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution menyayangkan beredarnya video di media sosial yang diduga memuat narasi penghinaan terhadap pahlawan nasional tersebut. Pernyataan disampaikan oleh Eka Trisni Edyanti, cucu pertama sekaligus Ketua Umum Yayasan, Minggu (8/11).

Kronologi dan temuan keluarga

Keluarga menjelaskan video yang beredar menampilkan foto wajah dan makam almarhum Nasution dengan visualisasi seolah diinjak. Narasi pada konten itu juga disebut menyebutkan almarhum sebagai "setan" dan Almarhum Kapten Pierre Tendean sebagai "iblis". Kejadian ini memicu luka emosional bagi keluarga dan pihak yayasan.

Berdasarkan penelusuran awal, konten tersebut diduga dibuat dan diunggah oleh seorang anak yang berusia sekitar sembilan tahun. Sampai saat ini keluarga belum menerima klarifikasi atau permohonan maaf dari pihak yang bersangkutan.

Reaksi keluarga dan seruan pendidikan

"Dalam sejumlah video yang beredar, ditemukan foto wajah dan makam almarhum Jenderal Besar Nasution yang digunakan dengan visualisasi seolah-olah diinjak, disertai narasi yang menyebut beliau sebagai ‘setan’ dan Almarhum Kapten Pierre Tendean sebagai ‘iblis’. Hal ini sungguh melukai hati kami sebagai keluarga, sekaligus merupakan tindakan yang tidak mencerminkan penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pahlawan bangsa,"

Eka menekankan bahwa jika benar pelaku masih anak-anak, tanggung jawab utama ada pada orang tua. Ia menyerukan pentingnya pendidikan budi pekerti, etika, kesopanan, dan pemahaman sejarah sebagai pembentuk karakter generasi penerus.

Isu tambahan dan harapan keluarga

Keluarga menyatakan memperoleh informasi awal yang perlu diverifikasi tentang kemungkinan profesi orang tua anak tersebut. Mereka berharap persoalan ditangani dengan itikad baik dan tanggung jawab.

"Kami juga memperoleh informasi yang masih memerlukan verifikasi mengenai dugaan bahwa orang tua anak tersebut berprofesi sebagai aparat penegak hukum. Kami berharap persoalan ini dapat disikapi dengan itikad baik dan tanggung jawab,"

Tindakan dan makna penghormatan sejarah

Keluarga menyatakan akan mengambil langkah yang sepatutnya untuk menjaga nama baik Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution, yang dianggap telah mengabdi bagi bangsa dan negara. Pernyataan itu sekaligus mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial harus diimbangi etika dan penghormatan terhadap sejarah.

"Untuk itu kami akan melakukan tindakan yang sepatutnya dilakukan, untuk menjaga nama baik seorang Pahlawan Bangsa Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution... Jasa dan pengorbanannya merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang patut dihormati dan diwariskan kepada generasi penerus,"

Keluarga menegaskan penghormatan terhadap sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjaga nilai-nilai luhur, perjuangan, dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Mereka juga berharap masyarakat dan orang tua makin waspada terhadap dampak konten media sosial pada pembentukan karakter anak.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait