Kemensos Terapkan Pengenalan Wajah untuk Verifikasi Bansos
Kementerian Sosial memperkuat verifikasi penyaluran bantuan sosial dengan teknologi pengenalan wajah pada Jumat, 12 Juni 2026, di Jakarta. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima dan mencegah penyalahgunaan data melalui mekanisme liveness detection yang memastikan verifikasi dilakukan langsung oleh penerima manfaat.
Alasan dan tujuan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa kualitas data menjadi penentu keberhasilan program bansos. Ia menjelaskan bahwa validasi data harus terus diperkuat agar bantuan tepat sasaran.
“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat. Karena itu, validasi data harus terus diperkuat,”
Ia juga menyebut bahwa perlindungan sosial bertumpu pada tiga aspek utama:
- Data akurat
- Sasaran tepat
- Program Sekolah Rakyat
Liveness detection dan mekanisme verifikasi
Dalam pertemuan dengan pihak GoTo, Kemensos membahas pemanfaatan teknologi verifikasi digital, termasuk sistem deteksi keaktifan wajah atau liveness detection. Teknologi ini dirancang untuk membedakan wajah asli dari foto atau rekaman video sehingga hanya penerima manfaat yang hadir dapat lolos verifikasi.
Kemensos menilai penggunaan teknologi tersebut dapat memperkuat validasi sekaligus meminimalkan penyalahgunaan data penerima bantuan.
“Kita dorong dan setujui penggunaan teknologi ini. Teknologi dapat membantu verifikasi penerima bantuan sosial,”
Uji coba, capaian, dan dukungan GoTo
Pada tahap awal, GoTo mendukung hingga lima juta proses verifikasi untuk uji coba digitalisasi penyaluran bansos. Sistem verifikasi ini sudah diuji sejak 2022 di 42 kabupaten dan kota, dengan tingkat keberhasilan verifikasi mencapai sekitar 98,4 persen.
Angka keberhasilan tersebut menjadi dasar Kemensos untuk memperluas penggunaan teknologi secara bertahap, sambil terus memantau efektivitas dan keamanan data.
Program Sekolah Rakyat dan akuntabilitas
Selain membahas teknologi, Kemensos memperkenalkan Program Sekolah Rakyat yang menyasar anak miskin, putus sekolah, dan anak terlantar. Program ini menjadi bagian dari strategi perlindungan sosial yang lebih luas.
“Yang jelas saya butuh sistem yang aman. Sistem harus mendukung pengelolaan program secara akuntabel,”
Dampak dan prospek ke depan
Penerapan pengenalan wajah dipandang sebagai langkah awal digitalisasi bansos yang lebih akurat dan transparan. Ke depan, Kemensos akan mengevaluasi hasil uji coba dan menggulirkan skala implementasi secara bertahap, sambil memastikan aspek privasi dan keamanan data penerima tetap terjaga.
Berita Terkait
KLH Dukung Inovasi Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan
KLH siap dukung program Presiden lewat inovasi lingkungan dan safeguard untuk memastikan pembangunan tetap b...
POSSI Bali Luncurkan Task Force Jaladhipa Dewata untuk Konservasi Laut
POSSI Bali meluncurkan Task Force Jaladhipa Dewata pada 13 Juni 2026 untuk memperkuat konservasi laut lewat...
BURT DPR Soroti Layanan Pascatindakan di National Hospital Surabaya
Syarif Fasha minta peningkatan layanan pascatindakan di National Hospital Surabaya agar komunikasi dan kepua...
Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite ke Seluruh SPBU Normal
Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Pertalite ke SPBU berjalan normal, dengan pemantauan stok real-t...
Komisi V Dorong Evaluasi Aturan Perlintasan Sebidang
Komisi V DPR minta evaluasi regulasi perlintasan sebidang usai kunjungan ke Stasiun Besar Bogor untuk tingka...
PU Alokasikan Rp1,65 Triliun untuk IBM di 4.127 Lokasi 2027
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk IBM 2027, menjangkau 4.127 lokasi guna memperkuat layanan...