Qodari: Kenaikan BBM Nonsubsidi Dipicu Faktor Global
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan penyebab kenaikan harga BBM nonsubsidi saat menanggapi aksi mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026. Ia menyatakan kenaikan dipengaruhi dinamika global dan keterbatasan produksi minyak domestik yang membuat Indonesia masih mengimpor energi.
Kenaikan BBM Nonsubsidi: Penyebab utama
Qodari menyebut faktor dari luar negeri sangat menentukan pergerakan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Kondisi ini terjadi karena produksi minyak nasional belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
Menurutnya, ketergantungan impor membuat harga BBM nonsubsidi rentan terhadap fluktuasi pasar minyak global dan geopolitik.
Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar. Karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan,
Defisit produksi dan angka konsumsi
Qodari memaparkan data produksi dan kebutuhan sebagai gambaran tantangan energi nasional. Ia menyebut kebutuhan harian BBM sekitar 1,6 juta liter, sedangkan produksi dalam negeri hanya mencapai 600 ribu liter.
Selisih itu menjadi ruang bagi impor untuk memenuhi pasokan, dan memengaruhi harga BBM nonsubsidi menurut mekanisme pasar internasional.
Soal energi pasti lebih sulit, karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter, tapi kita cuma bisa produksi 600 ribu,
Upaya pemerintah kurangi ketergantungan
Qodari menegaskan kemandirian energi menjadi agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan reformasi struktural untuk memperkuat ketahanan energi sebagai prioritas.
Salah satu strategi yang disebutkan adalah mendorong pemanfaatan bahan baku domestik melalui program B50 untuk solar dan pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin.
Bangsa ini harus mandiri, bangsa ini harus maju, lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua usaha Pak Prabowo,
Pengaruh geopolitik dan jaminan BBM bersubsidi
Selain defisit produksi, Qodari juga menyebut perkembangan geopolitik global sebagai faktor yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemicu volatilitas harga.
Meski begitu, ia memastikan harga BBM bersubsidi tetap dijaga pemerintah agar tidak mengalami kenaikan. Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap harga Pertalite karena subsidi dipertahankan.
Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar, yang disubsidi kan nggak naik, tetap,
Penjelasan Qodari menunjukkan pemerintah sedang menangani masalah struktural sekaligus meredam kekhawatiran publik terhadap BBM bersubsidi. Upaya transisi ke bahan baku domestik dan reformasi produksi diproyeksikan menjadi pekerjaan jangka menengah hingga panjang untuk mengurangi ketergantungan impor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tujuh Korban Luka Berat Gempa Manggarai Timur Dievakuasi ke Labuan Bajo
Tujuh korban luka berat gempa Manggarai Timur dievakuasi ke Labuan Bajo via helikopter untuk penanganan medi...
Basarnas Evakuasi 31 Pendaki di Gunung Bawakaraeng
Basarnas mengevakuasi 31 pendaki di Gunung Bawakaraeng pada 18 Agustus 2026; mayoritas mengalami hipotermia,...
Bangga dan Haru, Dua Srikandi TNI AU Ikut Upacara HUT RI ke-81
Dua srikandi TNI AU, Serda Nadya dan Serda Cantika, menjalani tugas upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 202...
Ibas: Kemerdekaan Harus Disyukuri dan Dijaga Bersama
Ibas mengajak masyarakat mensyukuri dan menjaga kemerdekaan serta mewakili keluarga SBY saat Presiden ke-6 m...
UMN Ubah Sampah Residu Jadi Arang dan Perkuat Pemasaran Digital
UMN mengolah sampah residu menjadi arang dan mengembangkan platform CRM untuk memperkuat pemasaran Bank Samp...
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Penanganan Gempa NTT
Pemerintah menilai penanganan gempa NTT masih bisa dikelola sendiri sehingga belum membuka bantuan asing; id...