Lokal

Polda Sumut Gagalkan Peredaran 2.000 Bungkus Vape Getar di Asahan

Bagikan:
Barang bukti 2.000 bungkus Vape Getar yang disita polisi di Asahan

Medan — Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan peredaran narkotika jenis Vape Getar di Kabupaten Asahan pada Kamis, 23 Juli 2026. Petugas menangkap seorang kurir berinisial R dan menyita 2.000 bungkus barang bukti bermerek WB.

Penangkapan dan barang bukti

Kasubdit I Dit Narkoba Polda Sumut, AKBP Thomy Aruan, mengatakan penangkapan bermula dari laporan masyarakat tentang peredaran cairan liquid etomidate yang disebut sebagai Vape Getar. Setelah menerima laporan, personel melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku bersama barang bukti.

Setelah menerima laporan itu personel melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku R bersama barang bukti narkotika jenis Vape Getar merek WB sebanyak 2.000 bungkus.

Thomy menjelaskan pelaku mengakui menerima paket yang berisi barang haram tersebut setelah menjemput dari Perairan Pantai Timur, Kabupaten Asahan.

Rencana peredaran dan asal barang

Menurut penyidikan awal, barang bukti yang disita rencananya akan diedarkan ke sejumlah daerah di luar Provinsi Sumatera Utara. Petugas juga mendapat keterangan bahwa pasokan narkoba itu berasal dari Malaysia.

Rencananya barang bukti Vape Getar itu akan diedarkan ke sejumlah daerah di luar Provinsi Sumatera Utara.

Proses hukum dan pengembangan kasus

Polda Sumut masih mengembangkan kasus ini untuk menelusuri jaringan lain yang terlibat. Sementara itu tersangka dan barang bukti telah diamankan dan ditahan di Mapolda Sumut untuk proses penyidikan lebih lanjut.

  • 23 Juli 2026: Laporan masyarakat diterima petugas.
  • 23 Juli 2026: Penyelidikan dan penangkapan kurir berinisial R.
  • Barang bukti: 2.000 bungkus Vape Getar merek WB.
  • Kasus masih dikembangkan untuk menangkap jaringan lain.

Kasus ini menjadi perhatian aparat karena modus pengiriman melalui jalur perairan dan target distribusi lintas provinsi. Pengembangan penyidikan diharapkan mengungkap pemasok dan jaringan yang lebih luas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait