RSUD Tapaktuan Angkat Kista Ovarium Raksasa 19,5 cm dan 19 kg
TAPAKTUAN – Tim dokter RSUD Dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan berhasil mengangkat kista ovarium raksasa berukuran sekitar 19,5 sentimeter dengan berat lebih dari 19 kilogram melalui operasi yang berlangsung pada Senin (27/7). Operasi ini digolongkan berisiko tinggi dan dilakukan untuk meminimalkan komplikasi serta menjaga keselamatan pasien.
Detail operasi dan tim medis
Operasi dipimpin oleh dr. Citra Lestari Hsb, M.Ked (OG) sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi sebagai operator, didampingi dr. Rizki Taufiqurrahman, Sp.An sebagai dokter spesialis anestesi. Keberhasilan juga didukung oleh tim perawat dan penata anestesi di kamar operasi yang bekerja profesional.
Karena ukuran kista yang sangat besar, proses pengangkatan dilakukan secara cermat dan bertahap untuk mengurangi risiko perdarahan, tekanan terhadap organ, dan komplikasi lain. Tim medis menerapkan protokol anestesi dan tindakan bedah yang ketat selama prosedur.
Pernyataan rumah sakit
Plt. Direktur RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, dr. Erizaldi, Sp.OG M.Kes, menilai keberhasilan operasi merupakan hasil kerja sama tim yang mengutamakan profesionalisme dan keselamatan pasien.
"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara dokter spesialis, dokter anestesi, perawat kamar operasi, dan seluruh tenaga kesehatan yang terlibat. Penanganan kasus seperti ini membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta dukungan fasilitas yang memadai,"
dr. Erizaldi menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kapasitas RSUDYA dalam menangani kasus bedah ginekologi kompleks sehingga masyarakat Aceh Selatan tidak selalu perlu dirujuk ke luar daerah.
Imbauan untuk deteksi dini dan layanan lokal
Rumah sakit juga mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, agar tidak menunda pemeriksaan jika mengalami keluhan seperti nyeri perut, perut membesar, atau gangguan siklus menstruasi. Deteksi dini dinilai kunci untuk memperbesar peluang penanganan optimal dan mengurangi risiko komplikasi.
"Deteksi dini menjadi kunci. Semakin cepat kelainan diketahui, semakin besar peluang penanganan yang optimal dan mengurangi risiko komplikasi. Kami mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan reproduksi di Poli Kebidanan dan Kandungan RSUDYA,"
Dampak dan prospek layanan
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti peningkatan kapasitas pelayanan spesialistik di RSUDYA, didukung fasilitas kamar operasi modern dan tenaga medis kompeten. Dengan kemampuan menangani kasus berisiko tinggi, rujukan keluar daerah diharapkan berkurang, sehingga pasien mendapatkan penanganan lebih cepat dan terjangkau.
Manajemen rumah sakit menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim medis yang terlibat dan memohon doa agar pasien segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...
Korban Tenggelam di Nagan Raya Ditemukan Meninggal
Jenazah Hamdani (42) ditemukan Minggu 20/9 sekitar 11.45 WIB, 100 meter dari lokasi hilang di Desa Agoi Kari...
Bendungan Lau Simeme Dimulai, DPRD Minta Perencanaan Pengendalian Banjir
DPRD Medan menyambut pengisian awal Bendungan Lau Simeme dan mendorong Pemko Medan susun perencanaan pengend...
Aceh Timur Tekuk Lhokseumawe 3-1 di GSI Provinsi Aceh
Aceh Timur menang 3-1 atas Lhokseumawe di GSI Provinsi Aceh, Sabtu (19/9), dengan dua gol dari Muhammad Alfa...
DKP Aceh Salurkan Ikan Segar di Kuta Cot Glie untuk Tingkatkan Gizi
DKP Aceh menyalurkan bantuan ikan segar di Kuta Cot Glie, Aceh Besar, untuk membantu pemenuhan gizi ibu hami...
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Beroperasi, Air untuk 40+ Ha Sawah
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Aceh Besar, mulai beroperasi 19 September dan mengairi lebih dari...