USU Bantu Warga Tapteng Pulihkan Ekonomi lewat Ayam Petelur
TAPTENG — Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (19/8). Kegiatan ini bertujuan memulihkan perekonomian warga terdampak bencana melalui kemandirian produksi ayam petelur skala rumah tangga. Program dijalankan karena banyak aset produktif warga, seperti kandang dan lahan, rusak akibat banjir.
Tim PKM dan latar belakang
Tim PKM dipimpin oleh Ir. Galih Ari Wirawan Siregar, S.Pt M.Si IPM, CIT. Anggota tim terdiri dari Ir R. Edhy Mirwandhono, M.Si, Kennie Cendekia Desnamrina, S.Pt M.Pt, dan Vivi Indriani S.Pt M.Si. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut kepedulian USU atas dampak bencana alam yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah pada 27 November 2025.
Tujuan dan sasaran program
Program difokuskan pada pemulihan ekonomi rumah tangga yang kehilangan aset peternakan. Targetnya, peserta mampu memproduksi telur untuk kebutuhan keluarga dan memperoleh tambahan pendapatan. Tim menargetkan peningkatan pendapatan rumah tangga minimal 20 persen dari hasil produksi telur pascabencana.
Pelatihan teknis dan materi
Warga menerima pelatihan manajemen pemeliharaan ayam petelur menggunakan kandang baterai ukuran rumah tangga. Materi mencakup praktik praktis dan pengelolaan harian.
- Tata cara pemeliharaan ayam dan manajemen kandang
- Pemberian pakan dan ad libitum air minum
- Perawatan kesehatan, vaksinasi, dan sanitasi
- Pengelolaan hasil produksi telur untuk konsumsi dan penjualan
"Restorasi usaha ayam petelur ini diarahkan untuk membantu masyarakat kembali bangkit dan memenuhi kebutuhan protein rumah tangga serta berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga pascabencana," ujar Galih.
Pendampingan lapangan
Tim PKM memberikan pendampingan langsung mulai dari persiapan kandang baterai 40 x 40 x 50 cm, pemasangan tempat pakan dan nipple air minum, hingga sistem pembuangan kotoran dan sarana sanitasi. Pendampingan juga mencakup observasi, wawancara, sosialisasi, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi berkala.
"Kandang memerlukan sinar matahari pagi dan sirkulasi udara yang baik. Pakan diberikan dua kali sehari, air minum secara ad libitum, serta vaksin dan vitamin diberikan teratur agar ayam tetap sehat dan produktif," tambah Galih.
Dampak dan keberlanjutan
Dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan pakan alternatif yang murah, program mendorong efisiensi usaha dan mitigasi penyakit unggas. Tim juga membantu penyediaan bibit unggul dan sarana dasar untuk kelangsungan produksi.
Untuk menjaga keberlanjutan, tim USU berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan protein hewani melalui konsumsi telur sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan.
Respon warga
Masyarakat Lopian menyambut baik program ini. Warga aktif menyediakan lokasi pelatihan dan lahan pribadi yang aman dari risiko bencana susulan untuk penempatan kandang. Tim PKM menilai dukungan masyarakat menjadi kunci agar program segera memulihkan kondisi ekonomi pascabencana dan membentuk komunitas peternak yang tangguh.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polsek Aek Natas Bekuk Pengedar, Sita Sabu 1,95 Gram di Perkebunan
Unit Reskrim Polsek Aek Natas menangkap RS alias Gobang (33) di perkebunan sawit Labuhanbatu Utara dan menyi...
DPRD Batubara Sampaikan Perubahan Propemperda 2026
DPRD Batubara menyampaikan perubahan Propemperda 2026 pada 9 Oktober, mencakup penambahan satu Ranperda dan...
T. Haris Fadhillah Daftar Calon Ketua PWI Aceh 2026–2031
T. Haris Fadhillah mendaftar sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026–2031, mengusung penguatan SDM, transformasi k...
PUPR Banda Aceh Survei 6 Manhole Rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh
Dinas PUPR Banda Aceh temukan enam manhole rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh; dua sudah diperbaiki, sisanya...
Enam Siswa Dirawat, Kondisi Korban Keracunan MBG di Medan Membaik
RSU IPI Medan: enam siswa korban keracunan MBG dirawat, dua sudah pulang setelah kondisi membaik; empat masi...
Sumut Dapat 15.011 Unit Bedah Rumah 2026, Ribuan Belum Diverifikasi
Sumut mendapat 15.011 unit bedah rumah 2026, namun 5.943 unit belum didata; Pemprov diminta percepat koordin...