Lokal

UNIMED Latih Guru Langkat Bikin Video Tanggap Bencana Berbasis AI

Bagikan:
Peserta pelatihan membuat video tanggap bencana berbasis AI di Langkat

Gebang, Langkat — Universitas Negeri Medan (UNIMED) menggelar pelatihan pembuatan video tanggap bencana berbasis artificial intelligence (AI) untuk guru di Kabupaten Langkat pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan mempercepat dokumentasi dan pelaporan kerusakan fasilitas pendidikan serta mempermudah penyaluran bantuan melalui sistem digital Kawal-Dik.

Pelatihan dan pelaksana

Pelatihan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang. Program diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNIMED (LPPM UNIMED) bekerja sama dengan Pengawas Sekolah Kabupaten Langkat, Dr. Vivi Desfita, S.Pd., M.Si.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Hermawan Syahputra, M.Si., dengan anggota Nurhasanah Siregar, M.Pd., dan Dedy Kiswanto, M.Kom. Dua pemateri menyampaikan materi terintegrasi: Dedy Kiswanto membahas dasar-dasar AI dan produksi video, sedangkan Reo Rizki Ananda, S.Kom., menjelaskan penggunaan sistem Kawal-Dik.

AI untuk dokumentasi dan informasi kebencanaan

Peserta dikenalkan pada tahapan produksi video berbasis AI: menentukan tujuan komunikasi, menyusun narasi, membuat instruksi atau prompt, menghasilkan visual, dan menggabungkan gambar, suara, serta data menjadi video utuh. Metode praktik langsung memastikan guru dapat membuat materi siap pakai.

Pemanfaatan AI memungkinkan pembuatan materi edukasi kesiapsiagaan dan dokumentasi pascabencana lebih cepat tanpa penguasaan perangkat lunak pengeditan yang kompleks. Video juga berfungsi sebagai bukti visual untuk melengkapi laporan kerusakan dan kebutuhan mendesak.

Dedy Kiswanto menekankan bahwa laporan teks sering kali belum cukup untuk menggambarkan tingkat kerusakan dan kondisi akses, sehingga dokumentasi video menjadi penting bagi pemerintah, lembaga sosial, relawan, dan calon donatur.

Kawal-Dik memetakan kebutuhan bantuan

Selain teknik pembuatan video, peserta belajar menggunakan Kawal-Dik, sistem pelaporan digital yang menerima informasi lokasi, tipe kerusakan, dokumentasi pendukung, dan kebutuhan bantuan. Data ini bisa menjadi dasar verifikasi dan penyaluran bantuan.

Sistem dirancang untuk menjangkau fasilitas pendidikan dan fasilitas umum di wilayah pelosok yang sering terlambat mendapat perhatian. Integrasi video berbasis AI dengan Kawal-Dik memperkuat laporan dengan bukti visual sehingga pihak penerima dapat menilai prioritas bantuan dengan lebih jelas.

Guru sebagai penggerak tanggap bencana

Pengawas Sekolah Kabupaten Langkat, Dr. Vivi Desfita, menilai pelatihan relevan dan aplikatif bagi guru. Ia menyatakan:

"Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan video tanggap bencana. Mereka juga memahami penggunaan Kawal-Dik sebagai sarana penyampaian informasi dan pendukung penyaluran bantuan ke lokasi yang membutuhkan."

Salah seorang peserta, Liko Muhaya, juga memberi tanggapan positif:

"Pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru, khususnya mengenai AI. Materi disampaikan secara terstruktur sehingga kami dapat mengikuti setiap tahapan dengan mudah."

Langkah berikutnya

Tim PKM UNIMED berencana memperluas sosialisasi Kawal-Dik kepada dinas, lembaga, dan pemangku kepentingan. Tujuannya agar sistem dapat dimanfaatkan lebih luas untuk mempercepat koordinasi pelaporan serta penyaluran bantuan pascabencana.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, yayasan, dan organisasi sosial diharapkan membangun ekosistem tanggap bencana yang lebih cepat, terbuka, dan tepat sasaran.

Dengan keterampilan baru ini, guru diharapkan menjadi ujung tombak dalam dokumentasi lapangan dan penyampaian informasi yang dapat diverifikasi untuk mempercepat bantuan bagi sekolah dan masyarakat terdampak.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait