Kontes Durian Aceh Tenggara 2026: 135 Petani Bersaing, Juri Nasional
KUTACANE — Dinas Pertanian Aceh Tenggara menggelar Kontes Durian Lokal Season II 2026 di Lapangan Pemuda, Gumpang Jaya, Babussalam, Minggu (26/7). Kegiatan ini diikuti oleh 135 petani pekebun durian lokal dan menghadirkan juri cita rasa serta kelayakan dari tingkat nasional.
Pelaksanaan dan peserta
Kontes dimulai pagi hari dan menjadi pusat perhatian warga serta pejabat daerah. Selain peserta lokal, acara disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin SP, MP, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Penjurian menilai durian dari aspek cita rasa dan kelayakan buah. Hadirnya juri nasional bertujuan memastikan standar penilaian sesuai kompetisi di luar daerah.
Tujuan: promosi, peningkatan mutu, dan jenjang kompetisi
Penyelenggara menegaskan kontes bukan sekadar ajang seremonial. Event ini ditujukan untuk mengangkat citra durian Aceh Tenggara ke tingkat provinsi, bahkan nasional, serta membuka peluang pemasaran dan pengembangan bibit unggul.
"Semoga kontes ini mendapat perhatian pemerintah khususnya dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, sehingga event kontes ini diharapkan dapat meningkatkan jenjangnya ke tingkat provinsi,"
Kata itu disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, HM. Salim Fakhry MM, dalam sambutannya di acara.
Dampak ekonomi dan penakaran bibit
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, kontes berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan melalui penakaran bibit durian lokal. Pengembangan bibit dapat mendongkrak nilai jual dan ketahanan usaha petani.
"Bisa saja akan menjadi pendapatan yang berkelanjutan khususnya dari penakaran bibit durian lokal. Kontes durian tahun kemarin, pemenang juara satunya sudah keluar tanda daftar varietas unggul lokal lebelnya. Semoga durian lokal Aceh Tenggara menjadi salah satu penakar bibit durian di tingkat nasional,"
Langkah berikutnya
Penyelenggara berencana menjajaki pengakuan varietas unggul dan kerja sama teknis untuk pengembangan bibit. Jika berhasil, langkah ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produk durian lokal dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Dengan momentum ini, Aceh Tenggara berharap durian tidak hanya sebagai komoditas musiman, tetapi juga menjadi identitas daerah dan sumber penghidupan yang lebih stabil bagi masyarakat setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Korban Tenggelam di Nagan Raya Ditemukan Meninggal
Jenazah Hamdani (42) ditemukan Minggu 20/9 sekitar 11.45 WIB, 100 meter dari lokasi hilang di Desa Agoi Kari...
Bendungan Lau Simeme Dimulai, DPRD Minta Perencanaan Pengendalian Banjir
DPRD Medan menyambut pengisian awal Bendungan Lau Simeme dan mendorong Pemko Medan susun perencanaan pengend...
Aceh Timur Tekuk Lhokseumawe 3-1 di GSI Provinsi Aceh
Aceh Timur menang 3-1 atas Lhokseumawe di GSI Provinsi Aceh, Sabtu (19/9), dengan dua gol dari Muhammad Alfa...
DKP Aceh Salurkan Ikan Segar di Kuta Cot Glie untuk Tingkatkan Gizi
DKP Aceh menyalurkan bantuan ikan segar di Kuta Cot Glie, Aceh Besar, untuk membantu pemenuhan gizi ibu hami...
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Beroperasi, Air untuk 40+ Ha Sawah
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Aceh Besar, mulai beroperasi 19 September dan mengairi lebih dari...
Aceh Besar Salurkan 3,7 Ton Ikan Segar untuk 350 Keluarga
Aceh Besar salurkan 3,7 ton ikan segar ke 350 penerima di Kuta Baro untuk dukung penanganan stunting dan giz...