Tebing Tinggi: 7 Diduga Tarik Paksa dan Jual Mobil Pick-up
MEDAN — Tujuh pria diduga melakukan penarikan paksa dan menjual sebuah mobil pick-up yang melintas di Jalan Lintas Tebingtinggi pada Senin siang (20/7). Peristiwa terjadi setelah pelaku memaksa menghentikan kendaraan, merampas kunci, dan membawa mobil ke area warkop di simpang Ramayana Tebingtinggi.
Kronologi kejadian
Insiden bermula ketika sebuah pick-up yang dikendarai Il dan PI dihentikan secara paksa oleh tujuh pria berpostur tegap. Saat berusaha menghentikan mobil, hampir terjadi tabrakan. Beruntung, sopir refleks menginjak rem dan membelokkan setir sehingga tabrakan bisa dihindari.
Setelah mobil berhenti, para pelaku langsung merampas kunci dan membawa kendaraan ke area Kingsport Coffee di dekat Ramayana Tebingtinggi. Di sana mereka memarkirkan mobil dan memaksa sopir berfoto sambil memegang selembar kertas.
"Dan kalau mau menyelesaikan urusan mobil datang saja ke kantor," ujar salah seorang pelaku kepada korban.
Modus dan transaksi
Pelaku selanjutnya menghubungi calon pembeli dengan mengaku sebagai petugas Indo Mobil Gatsu Medan. Mereka menjanjikan calon pembeli untuk melihat STNK dan kendaraan di kafe. Dua pria datang untuk melakukan transaksi.
Korban diberi janji akan diantar pulang atau diberi ongkos taksi. Namun setelah mobil berhasil dikuasai, para pelaku hanya memanggil taksi lalu melarikan diri tanpa memberikan ongkos sepeser pun.
Reaksi Indo Mobil Gatsu
Pihak Indo Mobil Gatsu di Medan mengecek klaim penarikan itu. Kordinator bidang penagihan di kantor Indo Mobil Gatsu Jalan Gatsu Kota Medan menyatakan tidak ada catatan penarikan mobil oleh petugas mereka.
"Mungkin tujuh pria yang melakukan penarikan itu hanya mengaku petugas Indo Mobil," ujarnya.
Pihak perusahaan juga mengaku telah menghubungi petugas di cabang Tebing Tinggi dan tidak mendapatkan laporan penarikan mobil tersebut. Selain itu, Indo Mobil Gatsu menyatakan tidak menemukan data mobil pick-up BK 8613 PI atas nama Khairani di sistem mereka.
"Kami sudah menghubungi petugas Indo Mobil di Tebing Tinggi dan mendapat jawaban tidak ada laporan penarikan mobil pick up," katanya. "Entah kalau di cabang Indo Mobil lain," tambahnya sambil mengakhiri keterangan.
Dampak dan tindak lanjut
Korban yang bekerja di Medan berencana mendatangi kantor Indo Mobil Gatsu untuk mempertanyakan keberadaan mobil mereka. Perusahaan menyatakan akan berupaya mencari tahu identitas tujuh pria yang mengaku sebagai petugas tersebut.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pemilik kendaraan untuk selalu memverifikasi identitas petugas yang mengaku melakukan penarikan serta memastikan ada laporan resmi sebelum menyerahkan kendaraan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Dorong Bank Sumut Perluas Akses KUR untuk UMKM
Bupati Tapanuli Utara mendorong Bank Sumut memperluas akses KUR bagi UMKM, mengatasi kendala afiliasi pembia...
Polres Sergai Ungkap 10 Kasus, Amankan 21 Tersangka
Polres Sergai mengungkap 10 kasus Oktober–November 2026, menangkap 21 tersangka termasuk pelaku pupuk palsu...
Polisi Tangkap Komplotan Curanmor Modus 'Tabrak Adik' di Medan
Polisi menangkap tiga tersangka curanmor di Medan dengan modus menuduh korban menabrak keluarga; kerugian di...
Polda Sumut Periksa Pejabat BSI Medan soal Rekening tanpa KTP
Polda Sumut memanggil pejabat BSI Medan terkait dugaan pembukaan rekening tanpa KTP dan kesalahan pencatatan...
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...