Aktivitas Tambang Diduga Ilegal Kembali Beroperasi di Sipiongot
Desa Gumbot, Kecamatan Dolok (Sipiongot), Padang Lawas Utara — Dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Gumbot kembali beroperasi pada Minggu (26/7), kurang dari 24 jam setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindag ESDM mengeluarkan perintah penghentian. Alat berat dan satu unit stone crusher diduga dipakai untuk mengeruk dan memproses material batu dari badan sungai yang ditengarai untuk kebutuhan proyek jalan provinsi.
Kronologi singkat
Pada Jumat (24/7) tim gabungan yang terdiri dari beberapa instansi meninjau lokasi dan menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang memerintahkan penghentian seluruh aktivitas sampai pelaku memiliki izin resmi. Namun keesokan harinya warga menemukan alat berat kembali beroperasi di sungai.
Tim yang turun saat inspeksi meliputi:
- Cabang Dinas ESDM Wilayah IV
- UPTD BMBKCK Sumut
- Satpol PP Kabupaten Padang Lawas Utara
- Polres Padang Lawas Utara
- Pemerintah Kecamatan Dolok
Dugaan keterkaitan dengan proyek jalan
Warga dan sumber lapangan menduga material yang dikeruk diproses menjadi base course untuk proyek pembangunan jalan provinsi di wilayah Sipiongot. Akses lokasi yang sulit membuat warga mempertanyakan tujuan penggalian selain untuk kebutuhan proyek setempat.
"Logikanya mau dijual ke mana lagi material itu? Dengan adanya mesin pemecah batu, patut diduga material itu diproduksi untuk proyek pembangunan jalan yang sedang berlangsung," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tanggapan Pemerintah Provinsi
Kepala Dinas Perindag ESDM Sumatera Utara, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menegaskan Pemerintah Provinsi tidak mentolerir aktivitas tambang tanpa izin. Saat peninjauan ditemukan tumpukan batu, kerikil berpasir, dan satu unit stone crusher. Kepada penanggung jawab lapangan, tim menyerahkan BAP yang memerintahkan penghentian sampai pelaku memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB).
"Kami telah meminta agar tidak melakukan kegiatan penambangan sebelum memiliki izin yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegas Dedi.
Tuntutan warga dan langkah selanjutnya
Warga menuntut tindakan tegas, bukan sekadar imbauan. Permintaan utama meliputi penyegelan alat berat dan stone crusher, serta investigasi menyeluruh terhadap asal material dan pihak kontraktor yang diduga membeli hasil tambang.
- Segel alat berat dan stone crusher di lokasi
- Periksa asal-usul material oleh Dinas terkait
- Libatkan aparat penegak hukum untuk proses hukum terhadap pihak terlibat
Warga juga menyebut pemilik usaha diduga bermarga Juntak dan sering melihat perwakilan yang diklaim dari humas PT Pioner di lokasi. Hingga berita ini disusun, pihak yang disebut belum memberikan tanggapan.
Implikasi
Jika benar material tambang digunakan untuk proyek jalan, kasus ini berpotensi melibatkan pihak pembeli atau pengguna material dalam pelanggaran hukum tambang. Pemprov Sumut menyatakan akan terus berkoordinasi dengan penegak hukum bila pelanggaran kembali ditemukan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Dorong Bank Sumut Perluas Akses KUR untuk UMKM
Bupati Tapanuli Utara mendorong Bank Sumut memperluas akses KUR bagi UMKM, mengatasi kendala afiliasi pembia...
Polres Sergai Ungkap 10 Kasus, Amankan 21 Tersangka
Polres Sergai mengungkap 10 kasus Oktober–November 2026, menangkap 21 tersangka termasuk pelaku pupuk palsu...
Polisi Tangkap Komplotan Curanmor Modus 'Tabrak Adik' di Medan
Polisi menangkap tiga tersangka curanmor di Medan dengan modus menuduh korban menabrak keluarga; kerugian di...
Polda Sumut Periksa Pejabat BSI Medan soal Rekening tanpa KTP
Polda Sumut memanggil pejabat BSI Medan terkait dugaan pembukaan rekening tanpa KTP dan kesalahan pencatatan...
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...