11 Produk UMKM Padangsidimpuan Masuk Alfamidi: Peluang Pasar Modern
Padangsidimpuan — Sebanyak 11 produk makanan ringan dari 13 pelaku UMKM Kota Padangsidimpuan resmi lolos kurasi dan siap dipasarkan melalui jaringan ritel modern Alfamidi, Jumat (18/9). Langkah ini membuka akses baru bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan daya saing.
Produk lokal yang menembus ritel modern
Produk yang lulus kurasi terdiri dari beragam makanan ringan khas daerah. Keberagaman ini memberi pilihan lebih banyak bagi konsumen ritel modern sekaligus membuktikan kualitas produk lokal.
- Kerupuk sambal
- Keripik pisang
- Keripik tahu
- Kerupuk ubi
- Keripik talas
- dan beberapa produk makanan ringan lokal lainnya
Soft launching dan makna bagi pelaku UMKM
Acara soft launching dan pengiriman produk perdana menjadi momen penting bagi pelaku usaha. Selama ini produk dijual secara terbatas, namun dengan memasuki jaringan Alfamidi, peluang perluasan pasar menjadi nyata.
Ketua Kadin Padangsidimpuan, Julpan Tambunan ST MT, menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret untuk membantu UMKM naik kelas. Dia menekankan pentingnya menjaga mutu agar kepercayaan konsumen bisa terbangun.
“Masuk ke pasar modern adalah awal untuk membangun kepercayaan konsumen. Karena itu, kualitas, konsistensi produksi, kemasan dan pelayanan harus terus dijaga.”
Dukungan pemerintah dan pihak terkait
Wali Kota Padangsidimpuan melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Irham Kurnia Agusta, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan UMKM menembus pasar ritel modern. Ia menilai ini menunjukkan produk lokal memiliki potensi jika memenuhi standar pasar.
Kegiatan dihadiri pula Staf Ahli Bidang Sosial Harnovil Harun, Kabid Disperindag Nur Ilma Rangkuti, serta anggota UMKM binaan Kadin. Kadin Padangsidimpuan memberi penghargaan kepada Alfamidi dan Pemerintah Kota atas kolaborasi yang terjalin.
Tantangan ke depan
Meskipun peluang terbuka, pelaku UMKM menghadapi tantangan untuk menjaga kualitas, konsistensi, kemasan, dan ketersediaan produk. Pasar ritel modern menuntut standar tinggi dan pasokan yang stabil.
Jika dapat memenuhi tuntutan tersebut, pelaku UMKM tidak hanya berpeluang meningkatkan omzet. Dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kota Padangsidimpuan juga mungkin tercipta melalui penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah lokal.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pelaku UMKM dinilai krusial untuk membangun ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wakaf Produktif Gampong Baro Jadi Fokus AISZAWA 2026
Penelitian wakaf produktif Gampong Baro dipresentasikan di AISZAWA 2026, menyorot qanun nazhr, tantangan, da...
DPRK Aceh Utara dan Pemkab Teken Perubahan KUA-PPAS APBK 2026
DPRK Aceh Utara dan Pemkab menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBK 2026 pada 18 September 20...
Muzakkir: Korupsi di Indonesia Sudah Jadi Fenomena Sosial dan Budaya
Prof Muzakkir Samidan mengajak refleksi nasional karena korupsi dinilai telah menyentuh ranah sosial dan bud...
Bendungan Pulo Payung di Palas Jebol, Warga dan Aktivis Pertanyakan Kualitas
Tanggul Bendungan Pulo Payung di Padanglawas jebol setelah luapan sungai; HIMMAH pertanyakan perencanaan pro...
Rico Waas Dorong Jazz Medan Jadi Festival Terbuka di CFN
Wali Kota Medan mendorong North Sumatera Jazz Festival hadir terbuka, gunakan Car Free Night untuk membawa j...
Polresta dan DLHK3 Bersihkan Pinggiran Krueng Aceh
Polresta Banda Aceh dan DLHK3 menggelar aksi pembersihan di pinggiran Krueng Aceh pada 18 September untuk me...