Polresta dan DLHK3 Bersihkan Pinggiran Krueng Aceh
Polresta Banda Aceh bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) melakukan aksi pembersihan sampah di sepanjang pinggiran Krueng Aceh pada Jumat, 18 September. Kegiatan bagian dari Jumat bersih ini bertujuan menanggulangi penumpukan sampah dan meningkatkan kesadaran warga menjaga sungai.
Aksi lapangan dan kegiatan yang dilakukan
Personel Polresta Banda Aceh dan petugas DLHK3 turun langsung membersihkan sampah di tepian sungai. Mereka memotong rumput yang menutupi pinggiran, menebang pohon yang rapuh, lalu mengumpulkan dan mengangkut sampah ke tempat pengelolaan akhir.
Kerja bersama ini menampilkan koordinasi lapangan antara aparat keamanan dan petugas kebersihan kota. Upaya tersebut difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
Pesan pimpinan
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, menilai kondisi pinggiran Krueng Aceh perlu mendapat perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa menjaga sungai harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Kami bersama DLHK3 turun langsung untuk membersihkan sampah yang berada di pinggiran Krueng Aceh, rumput–rumput yang dipotong dan pohon yang sudah rapuh untuk ditebang,” kata Teguh.
Teguh berharap kegiatan ini berlangsung berkelanjutan dan mendorong warga meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan sekitar.
“Kita mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan Krueng Aceh. Jangan membuang sampah ke sungai maupun di pinggirannya,” ujarnya.
Dampak dan harapan ke depan
Menurut Teguh, lingkungan yang bersih berkaitan langsung dengan kenyamanan warga dan kelestarian kawasan sungai. Kegiatan pembersihan diharapkan memicu perubahan perilaku buang sampah di masyarakat.
“Kalau lingkungannya bersih, tentu masyarakat juga akan merasa nyaman. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” katanya.
Polresta Banda Aceh bersama DLHK3 berencana menjadikan pembersihan ini sebagai agenda rutin agar keberlanjutan program dapat terjaga. Upaya sinergis di lapangan dinilai penting untuk meminimalkan pencemaran sungai dan menjaga fungsi ekologis Krueng Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Tenggara Sahkan Perubahan APBK 2026 Rp1,145 T
DPRK Aceh Tenggara mengesahkan Raqan Perubahan APBK 2026 senilai Rp1.145.689.513.010 setelah evaluasi Gubern...
DPRD Sumut Mendesak Penambahan Bed Rumah Sakit karena Antrean BPJS
Wakil Ketua DPRD Sumut mendesak penambahan bed rumah sakit karena antrean pasien rujukan BPJS dan distribusi...
Perkebunan Sawit Diduga Ilegal Kuasai Ratusan Hektare di Asahan
Ratusan hektare lahan APL di Desa Sei Dua Hulu, Asahan, diduga dialihfungsikan jadi perkebunan sawit; kepala...
Kak Na Tinjau Pengungsian Banjir di Trumon, Aceh Selatan
Ketua TP PKK Aceh meninjau posko pengungsian di Trumon 4 Nov 2026, menyerahkan bantuan logistik dan menyorot...
Sergai Revisi Perda untuk Perkuat Pengelolaan Aset Daerah
Pemkab Sergai ajukan revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah untuk perkuat administrasi, kepastian huku...
Gubernur Aceh Temui Presiden Prabowo Bahas Otsus dan Blang Padang
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka 4/11 untuk membahas Dana Otsus, Blang...