Batubara Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi
Batubara — Bupati Batubara Dr. H. Baharuddin Siagian menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Gubsu pada Kamis (17/9) dan bertujuan memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berintegritas.
Rangkaian kegiatan dan penandatanganan komitmen
Rakor dibuka dengan pembacaan komitmen oleh Gubernur Sumatera Utara, yang kemudian diikuti oleh para kepala daerah dan anggota DPRD. Acara berlanjut dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bukti kesepakatan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.
Penandatanganan ini menjadi bagian sentral dari upaya kolektif untuk memastikan setiap proses pemerintahan berjalan sesuai aturan dan berorientasi pada kepentingan publik.
Peran KPK dan Kemendagri dalam pencegahan
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pejabat Kemendagri. Kehadiran KPK dimaksudkan untuk memperkuat fungsi pencegahan terhadap potensi tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Melalui koordinasi ini, pemerintah daerah mendapatkan pendampingan untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Peserta dan jajaran yang hadir
Selain Bupati Batubara, rapat koordinasi dihadiri oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah. Para peserta mewakili lintas sektor yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan program pembangunan.
- Gubernur Sumatera Utara (pembacaan komitmen)
- Wakil Ketua KPK RI Johanis Tanak
- Deputi Korsup KPK RI Ely Kusumastuti
- Wamendagri Dr. Akhmad Wiyagus
- Wakil Bupati Batubara Syafrizal SE M.AP
- Ketua DPRD Safi’i
- Pj. Sekda, Kadis PUTR, Kepala BKAD
- Plt. Kadis Pendidikan, Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB
- Bappelitbangda dan Sekwan
Dampak yang diharapkan dan tindak lanjut
Melalui koordinasi dan pendampingan, pemerintah daerah didorong melakukan pembenahan tata kelola secara berkelanjutan. Fokusnya meliputi peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan keuangan yang tertib, serta pelaksanaan program pembangunan yang bertanggung jawab.
Pencegahan dini dinilai penting agar setiap proses pemerintahan tidak menyimpang dari ketentuan dan benar-benar melayani kepentingan masyarakat. Diharapkan, penguatan tata kelola memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan publik dan percepatan pembangunan di Kabupaten Batubara.
Rakor ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan pencegahan korupsi harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan daerah, dengan dukungan pemangku kepentingan pusat dan daerah untuk memastikan implementasi kebijakan yang lebih baik ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPRK Aceh Tenggara Sahkan Perubahan APBK 2026 Rp1,145 T
DPRK Aceh Tenggara mengesahkan Raqan Perubahan APBK 2026 senilai Rp1.145.689.513.010 setelah evaluasi Gubern...
DPRD Sumut Mendesak Penambahan Bed Rumah Sakit karena Antrean BPJS
Wakil Ketua DPRD Sumut mendesak penambahan bed rumah sakit karena antrean pasien rujukan BPJS dan distribusi...
Perkebunan Sawit Diduga Ilegal Kuasai Ratusan Hektare di Asahan
Ratusan hektare lahan APL di Desa Sei Dua Hulu, Asahan, diduga dialihfungsikan jadi perkebunan sawit; kepala...
Kak Na Tinjau Pengungsian Banjir di Trumon, Aceh Selatan
Ketua TP PKK Aceh meninjau posko pengungsian di Trumon 4 Nov 2026, menyerahkan bantuan logistik dan menyorot...
Sergai Revisi Perda untuk Perkuat Pengelolaan Aset Daerah
Pemkab Sergai ajukan revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah untuk perkuat administrasi, kepastian huku...
Gubernur Aceh Temui Presiden Prabowo Bahas Otsus dan Blang Padang
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka 4/11 untuk membahas Dana Otsus, Blang...