Bendungan Pulo Payung di Palas Jebol, Warga dan Aktivis Pertanyakan Kualitas
PADANGLAWAS — Tanggul Bendungan Pulo Payung di Desa Siojo, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padanglawas dilaporkan jebol setelah luapan Sungai Batang Lubu Sutam, Jumat (18/9). Proyek irigasi bernilai sekitar Rp6,8 miliar itu kini dipertanyakan kualitas dan perencanaan pelaksanaannya oleh Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Palas.
Tanggul jebol dan dampak ke warga
Kejadian jebolnya tanggul menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan mengancam keselamatan warga setempat. Aktivis menyatakan luapan sungai juga merusak kebun dan beberapa rumah warga, sehingga sebagian keluarga kehilangan mata pencaharian.
Menurut HIMMAH, luapan sungai membuat irigasi tidak mampu menahan aliran air, sehingga ratusan hektar sawah terancam gagal tanam.
Pertanyaan soal perencanaan dan kualitas
Ketua HIMMAH Palas, Syukur Halomoan, mengungkapkan kekecewaan karena proyek yang disebut dikerjakan pada 2025 itu baru selesai kurang dari satu tahun namun sudah mengalami kerusakan.
"Bendungan ini kalau tidak salah, baru berjalan kurang dari satu tahun selesai dikerjakan dan mirisnya sudah mengalami kerusakan tanggul hingga merugikan,"
Dia menilai perencanaan proyek kurang matang dan menimbulkan keraguan terhadap kualitas pekerjaan. HIMMAH mempertanyakan apakah potensi luapan Sungai Batang Lubu Sutam telah diperhitungkan saat desain dan pembangunan.
"Jelas perencanaan bangunan ini kurang matang dan seolah asal bangun dan jadi saja,"
Tuntutan perbaikan dan upaya penanganan
HIMMAH meminta pemerintah daerah segera memperbaiki tanggul agar 350 hektar sawah kembali mendapat pasokan air dan warga dapat kembali beraktivitas. Mereka juga meminta kompensasi atau bantuan bagi keluarga yang kehilangan sumber penghasilan.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Palas, Adi Sandra Siregar SSTP MM, bersama tim tanggap darurat telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Namun hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari Kepala BPBD Palas terkait langkah penanganan jangka panjang maupun rencana bantuan bagi warga terdampak.
Implikasi dan langkah berikutnya
Kejadian ini menimbulkan tanda tanya terhadap pengelolaan proyek infrastruktur irigasi di daerah. Jika tidak segera diperbaiki, dampak ekonomi dan sosial bagi petani di wilayah ini bisa memburuk menjelang musim tanam berikutnya.
Warga dan organisasi masyarakat menaruh harap pada Bupati Palas untuk menindaklanjuti perbaikan dan memastikan evaluasi terhadap perencanaan serta kualitas pekerjaan konstruksi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas Dorong Jazz Medan Jadi Festival Terbuka di CFN
Wali Kota Medan mendorong North Sumatera Jazz Festival hadir terbuka, gunakan Car Free Night untuk membawa j...
Polresta dan DLHK3 Bersihkan Pinggiran Krueng Aceh
Polresta Banda Aceh dan DLHK3 menggelar aksi pembersihan di pinggiran Krueng Aceh pada 18 September untuk me...
Deninteldam Temukan Ladang Ganja 1,5 Hektare di Aceh Besar
Deninteldam IM menemukan ladang ganja 1,5 hektare di Aceh Besar: sekitar 3.500 batang dimusnahkan di lokasi...
Dua Atlet Menembak Aceh Dipanggil ke Asian Games 2026
Wagub Aceh dukung dua atlet menembak Derli dan Sultanul yang dipanggil memperkuat tim Indonesia pada Asian G...
Ustaz: Harta dan Anak Perhiasan Dunia sekaligus Ujian Iman
Ustaz Muakhir: harta dan anak perhiasan dunia yang bisa menjadi ujian; amal saleh kekal lebih utama.
Batubara Hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi
Bupati Batubara hadiri Rakor Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi di Aula Kantor Gubsu, Kamis (17/9)...