Budaya Nusantara Hiasi Defile Indonesia di Opening Asian Games
Tim Indonesia menampilkan busana bernuansa Nusantara dalam defile Opening Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Paloma Mizuho Stadium, Sabtu, 19 September 2026. Sekitar 50 atlet memakai jersey resmi bermotif Gorga, diserta unsur Ulos dan nuansa budaya Bali. Kostum itu dipilih untuk memperkenalkan identitas dan keberagaman budaya Indonesia di panggung internasional.
Defile dan busana Indonesia
Rangkaian defile menampilkan perpaduan wastra tradisional dan desain kontemporer. Sekitar 50 atlet mengenakan jersey bermotif Gorga yang melambangkan kekuatan, perlindungan, kebanggaan, persatuan, dan ketangguhan. Beberapa anggota delegasi lain mengenakan kebaya dan busana berunsur Ulos serta sentuhan Bali.
Flag bearer dan penampilan individu
Atlet basket Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi terpilih sebagai flag bearer dan tampil dengan busana bernuansa budaya Bali. Sementara itu, karateka Daniel Hutapea membawa bendera Merah Putih dengan busana khas Batak Toba. Kedua atlet menyatakan kebanggaan mereka atas kesempatan itu.
"Saya sangat bangga, apalagi yang saya kenakan adalah baju adat Bali, yang juga merupakan bagian dari identitas dan budaya saya. Bisa membawa budaya Bali dan Indonesia ke panggung Asian Games adalah sebuah kehormatan bagi saya, seperti membawa bagian dari rumah saya untuk diperkenalkan kepada dunia," kata Ayu.
"Pastinya sangat bangga dan senang. Ini di luar ekspektasi saya bisa terpilih menjadi flag bearer, dan baju yang saya pakai juga ada unsur Bataknya, yang merupakan suku asli saya. Saya siap menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan memberikan yang terbaik. Horas!" ucap Daniel.
Kolaborasi desain dan tema
Konsep busana adalah hasil kolaborasi antara Ghea Fashion Studio dan Sarinah. Koleksi itu diberi tema Harmony in Diversity, yang menonjolkan perpaduan motif Gorga, Ulos, dan elemen Bali. Motif Gorga juga diaplikasikan pada apparel NOC Indonesia dan seragam Tim Chef de Mission, termasuk kebaya Gorga berbahan Ulos asli.
- Jersey atlet: motif Gorga
- Kebaya dan pakaian resmi: bahan Ulos
- Penampilan pembawa bendera: busana khas Bali dan Batak Toba
Makna dan implikasi
Penampilan ini bukan sekadar busana. Itu adalah upaya menautkan perjuangan atlet dengan identitas budaya bangsa. Melalui defile, Indonesia membawa pesan keberagaman dan kreativitas anak bangsa ke panggung Asia. Langkah ini juga membuka peluang promosi wastra tradisional pada audiens internasional.
Dengan menampilkan Gorga, Ulos, dan budaya Bali secara bersamaan, delegasi Indonesia menegaskan bahwa prestasi olahraga dan warisan budaya dapat tampil berdampingan di ajang dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Absen Asian Games, Estu Santoso Soroti Kuota 11 Pemain Asing
Estu Santoso menilai kuota 11 pemain asing di liga domestik mengurangi jam terbang pemain muda dan berkontri...
Persija Bidik Tiga Poin Lawan Java United di Bali
Persija targetkan tiga poin lawan Java United di Bali, Sabtu 19 September 2026, setelah persiapan lebih mata...
Pochettino Panggil Striker 16 Tahun, Pulisic Absen Karena Cedera
Cavan Sullivan (16) dipanggil menggantikan Christian Pulisic yang absen karena cedera betis; Pochettino juga...
Fahar Andhikara Bawa Bekal DBL Camp ke Honda DBL 2026
Fahar Andhikara pakai pengalaman DBL Camp untuk persiapkan musim terakhirnya di Honda DBL 2026 dan target me...
Leonard Sky Cetak Tembakan Penentu, Ayah Rela Tempuh Semarang-Bandung
Leonard Sky minta ayah hadir; Okky travel Semarang-Bandung dan menyaksikan Sky cetak tembakan tiga penentu d...
Arzenic SMAN 1 Cirebon: Dukungan Sekolah dan Alumni di DBL 2026
Arzenic SMAN 1 Cirebon mendapat dukungan sekolah dan alumni untuk berlaga di Honda DBL 2026, termasuk bantua...