Kementrans Ubah Transmigrasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Transmigrasi mengubah paradigma transmigrasi menjadi pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan menarik warga secara sukarela. Pernyataan itu disampaikan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara pada konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Agustus 2026. Perubahan ini dimaksudkan untuk mendorong kegiatan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi.
Paradigma baru transmigrasi
Pemerintah tidak lagi menempatkan transmigrasi hanya sebagai pemindahan penduduk. Fokus kini pada pembangunan kawasan yang menumbuhkan aktivitas ekonomi dan ekosistem terpadu. Menurut Menteri, pola lama lebih berorientasi pada permukiman saja dan perlu diganti agar berdampak ekonomi nyata.
Saya selaku pembantu Presiden juga sangat concern dengan bagaimana pemanfaatan sumber daya manusia itu sendiri. Utamanya dalam melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Tujuan program sesuai aturan
Kementerian mengingatkan bahwa program transmigrasi tetap berpegang pada tujuan UU. Tujuan utama tercantum dalam peraturan yang menjadi landasan program.
- Kesejahteraan masyarakat transmigran.
- Pemerataan pembangunan antarwilayah.
- Persatuan nasional sebagai dampak sosial.
Alasan perubahan kebijakan
Evaluasi dilakukan karena masih terjadi kemiskinan dan ketimpangan di tengah potensi sumber daya alam besar. Pemerintah menilai pendekatan lama kurang efektif dalam menciptakan manfaat ekonomi yang luas. Menteri menekankan kekhawatiran presiden terhadap pertumbuhan yang tidak mengurangi kesenjangan.
Kalaupun pertumbuhan ekonomi naik, tapi yang kaya semakin kaya, yang miskin, makin miskin. Nah ini yang menjadi concern beliau dan selalu membuat beliau terjaga dari tidurnya.
Strategi implementasi
Pola pembangunan diarahkan untuk menciptakan daya tarik ekonomi sehingga masyarakat datang secara sukarela. Pemerintah akan membangun infrastruktur ekonomi dan ekosistem bisnis di kawasan transmigrasi. Strategi itu digambarkan sebagai pergeseran dari 'memindahkan penduduk' menjadi 'mencetak gula sehingga semut datang' sebagaimana dijelaskan Menteri.
Jadi bukan lagi seperti dulu hanya membangun rumah begitu, kemudian berbagi-bagi tanah, maka strateginya pun kita ubah. Yang tadinya memindahkan semut, sekarang mencetak gulanya, ada gula ada semut, madi bangun ekonominya, manusia akan datang secara sukarela dan mandiri.
Kolaborasi pendidikan dan bonus demografi
Untuk memperkuat sumber daya manusia, Kementerian menggandeng 10 perguruan tinggi dalam program Transmigrasi Patriot. Kolaborasi ini menempatkan talenta unggul dan memetakan kebutuhan serta potensi ekonomi masing-masing kawasan. Transformasi ini juga dimaksudkan memanfaatkan bonus demografi Indonesia secara strategis.
Dampak dan prospek
Perubahan paradigma diharapkan meningkatkan peluang kerja, investasi, dan pemerataan ekonomi di daerah target. Keberhasilan bergantung pada integrasi kebijakan, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan akademisi serta pelaku usaha. Pemerintah menjanjikan kajian lanjutan untuk mengukur hasil dan menyesuaikan intervensi kebijakan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...