Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Capai 50%, Area Terbakar 18 Ha
BNPB melaporkan progres pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang telah mencapai 50 persen pada hari ke-8 operasi, namun luas area yang terbakar justru bertambah menjadi 18 hektar. Peningkatan pengendalian titik api dibarengi upaya pendinginan dan pembongkaran tumpukan sampah untuk menjangkau sumber panas.
Progres pemadaman dan kondisi lapangan
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyatakan kendali atas titik api semakin baik setelah tim menyasar sektor barat TPA. Ia menambahkan tingkat kebersihan area terdampak kini mencapai 70 persen, hasil koordinasi antara BNPB, KLH, Kementerian Kehutanan, TNI/Polri, dan pemerintah daerah.
"Ini kemarin saya laporkan 45 persen dan saat ini sudah hampir 50 peren lahan kebakaran kita kendalikan. Karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin,"
Strategi pemadaman yang diterapkan
Tim gabungan menghadapi karakteristik TPA yang mirip lahan gambut dan tumpukan material kompleks seperti plastik serta beling yang menyulitkan akses ke titik api. Untuk itu diberlakukan kombinasi taktik darat dan udara.
- Penguraian tumpukan sampah dengan alat berat seperti buldozer dan ekskavator untuk membuka sumber panas.
- Pendinginan internal dengan mengangkat material panas ke permukaan lalu disiram (cooling down).
- Penopang logistik: puluhan mobil tangki berkapasitas 4.000–5.000 liter mendukung mobilitas pemadaman sehingga armada utama tidak perlu meninggalkan titik kebakaran.
- Operasi udara menggunakan empat helikopter untuk water bombing, meski beberapa diberi istirahat bergantian demi perawatan.
"Mencari solusi itu pasti step by step, tapi aat ini perkembangannya sudah sangat signifikan. Titik api sudah hampir tidak ada, namun jika terkena angin kencang memang asap masih bisa muncul dan alhamdulillah, pergerakan kita maju pesat,"
Personel dan fokus operasi
Sekitar 500 personel digeser untuk menggempur sektor barat mengikuti arah angin. Dukungan alat berat dan armada tangki diarahkan khusus ke sektor utara, selatan, dan tengah agar operasi tetap terfokus di titik prioritas.
"Untuk pemadaman sampai tuntas! Sampai padam! Pokoknya intinya perintahnya itu sampai padam dan kita lakukan secepatnya."
Dampak ekologis dan kritik masyarakat
Kebakaran TPA tak hanya memicu masalah asap dan kesehatan. Aliran lindi beracun ke permukiman dan daerah aliran sungai juga tercatat. Aktivis WALHI, Wahyu Eka Setyawan, mengkritik metode pemadaman yang kini memasukkan opsi ketiga menggunakan flame blaze, sebuah cairan konsentrat pemadam yang bertindak sebagai enkapsulan hidrokarbon, agen pembasah, dan pendingin.
"Ini jelas jadi bentuk kekerasan ekologis pelan-pelan atau slow violence buat warga Mauk, Sukadiri dan Rajeg,"
Wahyu menilai penggunaan air dalam volume besar pada sistem open dumping memicu lonjakan volume lindi beracun.
Langkah selanjutnya
BNPB dan pemda menyatakan akan melanjutkan operasi sampai titik api padam total. Jika status darurat dua minggu berlalu namun kebakaran belum tuntas, SK darurat dipastikan akan diperpanjang oleh pemerintah daerah. Pengawasan terhadap dampak lingkungan dan kesehatan warga tetap menjadi prioritas seiring proses pemulihan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi XII Dorong Eksplorasi Sumur Baru untuk Jaga Lifting Minyak
Komisi XII mendorong percepatan eksplorasi dan optimasi sumur tua untuk menjaga lifting minyak usai kunjunga...
Bapanas Salurkan 1,65 Juta Ton CBP Antisipasi El Nino
Bapanas menyalurkan 1,65 juta ton CBP hingga 21 Agustus 2026 untuk menahan kenaikan harga beras saat El Nino...
Pemerintah Tambah 3 Batalyon TNI untuk Percepat Penanganan Karhutla
Pemerintah menambah 3 batalyon TNI untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan dan memperkuat upaya...
PMI Kirim 33.947 Item Bantuan untuk Korban Gempa Flores
PMI mengirimkan 33.947 item bantuan logistik dari Jakarta ke Labuan Bajo untuk masyarakat terdampak gempa di...
Vila Bung Hatta Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional 2026
Menteri Kebudayaan menargetkan Vila Bung Hatta di Megamendung naik status jadi Cagar Budaya Nasional tahun 2...
Komisi IX Tinjau Fasilitas Kesehatan Pascagempa di Manggarai
Komisi IX DPR meninjau fasilitas kesehatan di Manggarai, NTT, 21 Agustus 2026, menilai kerusakan pascagempa...