Modi di DPR: India-Indonesia Siap Ukir Sejarah Baru
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato di hadapan anggota Parlemen Republik Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Ia menegaskan India dan Indonesia memiliki peluang memperkuat kemitraan strategis untuk membangun masa depan bersama melalui kerja sama perdagangan, budaya, dan diplomasi. Pernyataan itu menempatkan kedua negara pada momen penting sejarah yang berpeluang memberi dampak regional dan global.
Pidato di DPR dan pesan utama
Modi menggarisbawahi arti sinergi antara dua negara berpenduduk besar di Asia. Ia menyebut periode mendatang sebagai kesempatan penting bagi kolaborasi yang lebih intensif di berbagai bidang. Dalam pidatonya, Modi menekankan bahwa hubungan bilateral bukan soal ekspansi, melainkan pembangunan bersama.
Ketika 1,4 miliar warga India dan 290 juta warga Indonesia melangkah bersama, dunia akan menyaksikan terciptanya sejarah baru
Visi 25 tahun ke depan dan kebijakan pembangunan
Modi menilai 25 tahun ke depan sebagai periode krusial untuk memperkuat kemitraan strategis. Ia menegaskan pemerintah India menganut prinsip pembangunan, bukan ekspansionisme, dengan landasan Sabka Saath, Sabka Vikas atau pembangunan untuk semua. Prinsip ini, menurutnya, menjadi dasar interaksi internasional India.
Laut sebagai jembatan, bukan pembatas
Perdana Menteri itu juga menyoroti kedekatan geografis melalui laut yang menghubungkan India dan Indonesia. Ia menegaskan laut seharusnya menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan budaya, bukan sebagai pemisah. Hal ini tercermin dalam alur perdagangan dan pertukaran peradaban selama berabad-abad.
Warisan budaya dan modal historis
Modi mengingatkan hubungan historis kedua bangsa yang tercermin dari warisan seperti Ramayana serta Candi Borobudur dan Prambanan. Ia melihat kedekatan budaya tersebut sebagai modal penting untuk mempererat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama di bidang kebudayaan dan pariwisata.
Apresiasi atas perjalanan demokrasi Indonesia
Dalam pidato yang sama, Modi memberi pujian terhadap perjalanan demokrasi Indonesia. Ia menyatakan bahwa stabilitas demokrasi di Indonesia telah mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu mengangkat jutaan warga keluar dari kemiskinan, sehingga menjadi contoh penting di kawasan.
Pidato ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam hubungan di dekade mendatang, dengan penekanan pada pembangunan bersama, konektivitas maritim, dan penguatan fondasi budaya. Ke depan, penguatan kerja sama perdagangan, investasi, dan inisiatif kebudayaan akan menjadi titik tekan dalam hubungan kedua negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamen HAM: Penyelesaian Papua Butuh Keterlibatan Semua Pihak
Wamen HAM Mugiyanto menegaskan penyelesaian Papua harus melibatkan seluruh komponen bangsa dan menegakkan hu...
Kunjungan Modi Perkuat Kerja Sama Teknologi Satelit Indonesia-India
Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026 menghasilkan komitmen India mendukung fasilitas pelunc...
Barantin Gandeng FAO Perkuat Karantina Berbasis Risiko
Barantin bekerja sama dengan FAO memperkuat karantina berbasis risiko untuk meningkatkan keamanan hayati dan...
Komdigi: Sanksi untuk Operator yang Tak Terapkan Verifikasi Biometrik
Komdigi mewajibkan verifikasi biometrik untuk registrasi SIM baru sejak 1 Juli 2026; operator yang tak patuh...
WALHI: Kebakaran TPA Jatiwaringin Picu Pencemaran Lindi dan Risiko Kesehatan
WALHI peringatkan kebakaran TPA Jatiwaringin memicu lindi beracun yang mengancam sumur warga dan ekosistem,...
Wamenkomdigi: Publikasikan Kisah Sukses Pemda untuk Pembangunan
Wamenkomdigi Nezar Patria meminta lebih banyak publikasi kisah sukses pemda untuk jadi inspirasi dan memperk...