MIND ID Tekan Timbulan Limbah Padat 11,3% Lewat Ekonomi Sirkular
MIND ID Grup berhasil menekan timbulan limbah padat sebesar 11,3% pada 2025 dengan memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema reuse, recycle, dan recovery. Langkah ini tercatat dalam Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025 dan diterapkan di operasional pertambangan perusahaan sepanjang tahun.
Hasil dan data pengurangan limbah
Pemanfaatan material sisa berdampak langsung pada penurunan total timbulan limbah padat MIND ID dari 1.306.835,91 ton pada 2024 menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025. Dari jumlah itu, sebanyak 82.876 ton limbah B3 dan 946.733 ton limbah non-B3 berhasil dimanfaatkan kembali sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
| Jenis / Tahun | 2023 (ton) | 2024 (ton) | 2025 (ton) |
|---|---|---|---|
| Total limbah padat | 1.396.034,05 | 1.306.835,91 | 1.159.049,16 |
| Limbah padat B3 | - | 270.478,08 | 208.441,10 |
| Limbah padat non-B3 | - | 1.036.357,83 | 950.608,06 |
| Material dimanfaatkan (total) | - | >1.000.000 (82.876 B3; 946.733 non-B3) | |
Jenis limbah dan pemanfaatan
Selain limbah padat, MIND ID melaporkan timbulan limbah cair B3 sebesar 4.764,52 ton pada 2025. Jenis limbah cair ini mencakup oli bekas, minyak bekas, oil sludge, solar bekas, grease bekas, dan bahan kimia kedaluwarsa.
Pendapat ahli
Pakar Energi dari Departemen Teknik Sistem Energi Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, menilai capaian MIND ID menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan limbah terintegrasi dalam praktik pertambangan modern.
"Menurut saya, tantangan terbesar bukan hanya mengurangi volume limbah, tetapi memastikan seluruh rantai pengelolaannya terdokumentasi dengan baik. Mulai dari asal limbah, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, hingga penyelesaian akhirnya,"
Komentar tersebut disampaikan di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Eko menambahkan bahwa pendekatan ekonomi sirkular mengubah pandangan terhadap limbah menjadi sumber bahan baku sekunder yang bernilai.
Inisiatif anak perusahaan
Beberapa anggota Grup telah mengimplementasikan praktik tersebut secara spesifik:
- PT Aneka Tambang Tbk memanfaatkan slag nikel, tailing emas, dan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) untuk bahan konstruksi Pomalaa Beton (POTON).
- PT Indonesia Asahan Aluminium menggunakan kembali internal scrap aluminium untuk mendukung produksi.
- PT TIMAH Tbk mengolah Sisa Hasil Pengolahan (SHP) agar kandungan timah yang tersisa dapat dipulihkan melalui proses lanjutan.
Implikasi dan langkah ke depan
Pengurangan limbah 11,3% pada 2025 menunjukkan tren penurunan yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Penerapan reuse, recycle, dan recovery menjadi strategi utama untuk mengurangi kebutuhan material baru dan menekan dampak lingkungan.
MIND ID akan perlu memperkuat dokumentasi serta rantai pengelolaan limbah untuk memastikan keberlanjutan hasil. Pendekatan ini juga membuka peluang pengembangan produk turunan dan pasar bahan baku sekunder di sektor pertambangan nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Target 6.000 Terbuka
IHSG ditutup menguat ke 5.986,5 pada 7 Juli 2026; peluang uji 6.000 terbuka meski likuiditas masih di bawah...
TOSTEM Studio Ciputat Resmi Dibuka di Tangerang Selatan
TOSTEM membuka Studio Ciputat di Tangerang Selatan untuk memudahkan akses produk pintu dan jendela aluminium...
Promo Whoosh Libur Sekolah: Diskon Rp200 Ribu & Cashback 50%
KCIC menghadirkan promo tiket Whoosh selama libur sekolah: diskon hingga Rp200.000 lewat Traveloka dan cashb...
OJK Perkuat Literasi Keuangan melalui Sultan Muda Fair 2026
OJK memperkuat literasi keuangan digital dan mendukung wirausaha muda lewat Sultan Muda Fair 2026 di Palemba...
OJK Blokir 557.751 Rekening; Rp674,1 Miliar Dana Diamankan
OJK memblokir 557.751 rekening penipuan hingga Juni 2026 dan mengamankan Rp674,1 miliar; Rp196,93 miliar sud...
IHSG Menguat di Jeda Siang 7 Juli, Berada di Level 5.943,53
IHSG menguat 0,46% ke 5.943,53 pada jeda siang 7 Juli 2026; Phintraco melihat potensi uji 6.000 meski volume...