IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Target 6.000 Terbuka
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, berada di level 5.986,5 atau naik 70,42 poin (1,19%). Penguatan terjadi setelah IHSG dibuka di 5.933,57 dan sempat menyentuh puncak intraday di 5.987,01.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Sejak pembukaan pasar, IHSG bergerak dominan di zona hijau. Pergerakan relatif fluktuatif namun cenderung positif hingga akhir sesi II. Data perdagangan menunjukkan 430 saham menguat, 212 melemah, dan 141 stagnan.
Aktivitas dan Likuiditas Pasar
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,21 triliun dengan volume perdagangan sebesar 21,97 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi melewati 1,6 juta kali. Meski demikian, likuiditas pasar masih di bawah rata-rata harian bursa.
Pada perdagangan sebelumnya, volume mencapai lebih dari 19,6 miliar saham dengan nilai sekitar Rp9,4 triliun. Rata-rata harian bursa tercatat jauh lebih tinggi, yaitu lebih dari 41 miliar saham dan nilai sekitar Rp24 triliun.
Sentimen dan Proyeksi Analis
Tim analis Phintraco Sekuritas melihat peluang penguatan lanjutan. Mereka menilai secara teknikal IHSG memiliki peluang untuk menguji level 6.000 dalam waktu dekat.
"Secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000," — Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Meski optimis, Phintraco mencatat aktivitas perdagangan masih relatif sepi. Dominasi pelaku pasar adalah investor domestik yang cenderung bersikap wait and see karena minimnya sentimen positif.
Faktor yang Menekan Volume
Beberapa faktor dinilai menekan likuiditas, antara lain gelombang penawaran umum perdana saham (IPO), musim libur sekolah, dan pelaksanaan Piala Dunia 2026. Kondisi ini mendorong penurunan minat transaksi meski indeks bergerak naik.
Dampak Perkiraan Anggaran MBG
Proyeksi penurunan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut sebagai sentimen positif potensial. Tim analis menyebut langkah pengurangan anggaran dapat mengurangi tekanan pada APBN dan diterima baik pasar.
"Hal ini akan direspons positif oleh pasar," — Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Proyeksi yang disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menunjukkan kebutuhan anggaran MBG 2027 diperkirakan turun menjadi Rp174 triliun dari sebelumnya Rp268 triliun.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG masih berlanjut namun tetap rentan terhadap rendahnya likuiditas. Investor disarankan memantau data transaksi harian dan perkembangan kebijakan anggaran menjelang perdagangan berikutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
OJK: 29 Rencana Penawaran Umum Masuk Antrean senilai Rp26,47 T
OJK mencatat 29 rencana penawaran umum senilai Rp26,47 triliun dan total penawaran Jan–Sep 2026 mencapai Rp1...
BNI Perbarui wondr untuk Nasabah Emerald dan Private
BNI perbarui aplikasi wondr by BNI untuk nasabah Emerald dan Private mulai 5 Oktober 2026, mempermudah akses...
IHSG Menguat 1,26% hingga Jeda Siang, Sentimen Stimulus Rp31 T
IHSG menguat 1,26% ke 6.196,09 pada jeda siang 6 Okt 2026, terdorong prospek stimulus pemerintah Rp31 triliu...
OJK Proyeksikan Industri Pembiayaan Tumbuh 2–4% hingga 2026
OJK proyeksikan industri perusahaan pembiayaan tumbuh 2–4% sampai akhir 2026; piutang tercatat Rp514,08 tril...
IHSG Naik 20,27 Poin, Stimulus Rp31 T Dukung Prospek Pasar
IHSG menguat 20,27 poin di pembukaan 5 Okt 2026; pemerintah siapkan stimulus Rp31 triliun yang mendukung pro...
Surplus Dagang Agustus 2026 Melonjak Jadi USD3,55 Miliar
Neraca perdagangan Agustus 2026 surplus USD3,55 miliar, ditopang ekspor lemak/minyak nabati, bahan bakar min...