Kunjungan Modi Perkuat Kerja Sama Teknologi Satelit Indonesia-India
Pemerintah Indonesia dan India menyepakati peningkatan hubungan strategis saat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi, Selasa, 7 Juli 2026, di Jakarta. Hasil utama adalah komitmen India untuk mendukung pengembangan fasilitas peluncuran satelit di Indonesia.
Kesepakatan dan fokus teknologi
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan kunjungan Modi membuka peluang kerja sama lebih luas di bidang antariksa dan inovasi. Pertemuan kenegaraan ini berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Puan, dukungan India terhadap fasilitas peluncuran satelit akan memperkuat kapasitas teknologi Indonesia. Kesepakatan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk untuk kolaborasi riset dan transfer teknologi.
Pidato kenegaraan dan makna simbolis
Modi menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR RI, sebuah kesempatan yang menurut Puan jarang didapat kepala negara atau pemerintahan. Dalam pidatonya, Modi menekankan komitmen meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia.
"Selama Sungai Gangga dan Sungai Mahakam masih mengalir, hubungan Indonesia dan India harus terus terjalin. Yang mana semakin erat, dan semakin kuat,"
Puan menyebut acara ini sebagai momen bersejarah yang menegaskan ikatan diplomatik kedua negara sejak era Konferensi Asia Afrika 1955.
Rencana peluncuran satelit dan kolaborasi BRIN-ISRO
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan rencana peluncuran satelit buatan dalam negeri di India pada Januari 2027. Satelit ini merupakan hasil kerja sama dengan Indian Space Research Organisation (ISRO) yang melibatkan kegiatan di Biak, Papua.
"Jadi selama ini kan BRIN dengan ISRO sebagai lembaga antariksa yang ada di India ini memang sudah berkolaborasi untuk monitoring satelit yang ada di Biak. Jadi lokasinya di Biak, kemudian kita memonitor peredaran satelit dari India,"
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan satelit tersebut akan dipakai untuk kepentingan ketahanan pangan dan pengawasan lingkungan. Ia menyebut satelit itu sebagai terobosan baru bagi Indonesia.
Agenda lanjutan dan implikasi
Agenda kunjungan Modi berlangsung hingga Rabu, 8 Juli 2026, dengan kunjungan ke Candi Prambanan untuk peluncuran program pelestarian dan restorasi situs warisan dunia. Selain aspek budaya, sorotan utama kunjungan ini adalah penguatan kerja sama strategis di bidang teknologi antariksa.
Jika dukungan fasilitas peluncuran terealisasi, Indonesia berpeluang meningkatkan kapasitas nasional dalam peluncuran dan pemantauan satelit, serta memperluas kerja sama riset dengan lembaga antariksa India.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Modi di DPR: India-Indonesia Siap Ukir Sejarah Baru
Modi berpidato di DPR RI, menyatakan India dan Indonesia siap memperkuat kemitraan strategis untuk 25 tahun...
Wamen HAM: Penyelesaian Papua Butuh Keterlibatan Semua Pihak
Wamen HAM Mugiyanto menegaskan penyelesaian Papua harus melibatkan seluruh komponen bangsa dan menegakkan hu...
Barantin Gandeng FAO Perkuat Karantina Berbasis Risiko
Barantin bekerja sama dengan FAO memperkuat karantina berbasis risiko untuk meningkatkan keamanan hayati dan...
Komdigi: Sanksi untuk Operator yang Tak Terapkan Verifikasi Biometrik
Komdigi mewajibkan verifikasi biometrik untuk registrasi SIM baru sejak 1 Juli 2026; operator yang tak patuh...
WALHI: Kebakaran TPA Jatiwaringin Picu Pencemaran Lindi dan Risiko Kesehatan
WALHI peringatkan kebakaran TPA Jatiwaringin memicu lindi beracun yang mengancam sumur warga dan ekosistem,...
Wamenkomdigi: Publikasikan Kisah Sukses Pemda untuk Pembangunan
Wamenkomdigi Nezar Patria meminta lebih banyak publikasi kisah sukses pemda untuk jadi inspirasi dan memperk...