Ketua TP PKK Pematangsiantar Ikut Ladies Program Rakernas Apeksi
Pematangsiantar — Ketua Tim Penggerak PKK Pematangsiantar, Liswati Wesly Silalahi, mengikuti kegiatan ladies program dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan digelar di Gedung Warenhuis, Medan, dan bertujuan memperkuat peran perempuan serta mendukung pengembangan keluarga dan UMKM.
Agenda dan tema kegiatan
Kegiatan mengangkat tema Bangkit Berdaya: Perempuan Tangguh, Percaya Diri dan Bersinar. Acara menjadi wadah pertukaran pengalaman antar Ketua TP PKK dari berbagai kota. Diskusi difokuskan pada pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah masing-masing.
Sambutan tuan rumah
Ketua TP PKK Medan, Airin Rico Waas, membuka acara dengan memperkenalkan Medan sebagai kota multi etnis yang kaya budaya dan kuliner. Ia mengundang peserta mencicipi produk khas Medan dan menikmati daya tarik kota. Airin juga menekankan peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi pembangunan.
Respons Ketua TP PKK Pematangsiantar
Liswati menyampaikan apresiasi atas penyambutan tuan rumah. Ia menilai ladies program bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi ruang bertukar ide dan praktik terbaik untuk pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM.
Di Medan ini sebagai ibukota Prov. Sumatera Utara, kita bisa melihat bagaimana UMKM tumbuh dan berkembang. Semoga bisa kita terapkan di Pematangsiantar.
Potensi transfer praktik dan dampak lokal
Peserta diharapkan membawa pulang pelajaran tentang penguatan sumber daya perempuan dan strategi pengembangan UMKM. Pertemuan ini memberi peluang jaringan antar daerah untuk kolaborasi program pemberdayaan keluarga dan ekonomi lokal.
Implikasi ke depan: Jika praktik penguatan UMKM dan pemberdayaan perempuan yang berhasil di Medan diadaptasi, Pematangsiantar berpotensi mempercepat pemulihan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan keluarga. Langkah lanjutan diharapkan meliputi transfer teknologi sederhana, pelatihan pemasaran, dan penguatan akses pasar bagi produk lokal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
32 WNI Bermasalah Asal Sumut Dideportasi dari Malaysia
Sebanyak 32 WNI-B asal Sumut dideportasi dari Penang dan tiba di KNIA 20 Agustus; BP3MI Sumut memfasilitasi...
Lomba Pedagang Pasar Induk Lambaro Meriahkan HUT ke-81 RI
Diskopukmdag Aceh Besar menggelar lomba bagi pedagang Pasar Induk Lambaro pada 19 Agustus untuk memeriahkan...
Staf Ahli Wali Kota Binjai Tinjau Penumpukan Sampah di Berngam
Staf Ahli Wali Kota Binjai meninjau penumpukan sampah di Kelurahan Berngam dan minta warga tidak membuang sa...
Sumabee Honey Diluncurkan, 195 Warga Jantho Terlibat Budidaya Madu
Sumabee Honey diluncurkan; 195 warga dari delapan gampong Kota Jantho terlibat dalam budidaya lebah yang men...
BI Luncurkan KKI dan Perluas MDR QRIS 0 Persen untuk Perkuat Ekonomi Digital
BI meluncurkan KKI dan perluas MDR QRIS 0% untuk mendukung UMKM serta akselerasi digitalisasi sistem pembaya...
Wagub Aceh dan Wamendagri Tinjau Blang Padang, Bahas Status Lahan
Wagub Aceh dan Wamendagri meninjau Lapangan Blang Padang (8,9 ha) untuk membahas status lahan, wakaf histori...