Sumut Luncurkan GASKEN untuk Genjot Pajak Kendaraan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meluncurkan Gerakan Sadar Pajak Kendaraan (GASKEN) pada Kamis (2/6) di Kota Medan. Program ini bertujuan meningkatkan kepatuhan warga membayar pajak kendaraan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendekatan jemput bola di pusat keramaian.
Metode jemput bola dan pelibatan OPD
Pelaksanaan GASKEN menempatkan petugas langsung bertatap muka dengan masyarakat di lokasi ramai. Tim gabungan yang dibentuk Bapenda Sumut bekerja sama dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Masing-masing kelompok terdiri dari 13 personel dan disebar secara strategis ke sejumlah titik di Kota Medan. Melalui pertemuan langsung, petugas menyampaikan informasi valid tentang kemudahan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan program insentif yang tersedia.
Empat program unggulan yang disosialisasikan
Bapenda Sumut menyoroti empat program utama untuk mendorong kepatuhan wajib pajak. Keempat program ini diharapkan menurunkan hambatan administrasi sekaligus memberikan insentif.
- Gebyar Pajak: wajib pajak yang melunasi kewajiban berkesempatan ikut undian berhadiah.
- Diskon denda 57 persen: relaksasi bagi penunggak, berlaku mulai 1 Juli.
- Kemudahan pajak tahunan tanpa KTP pemilik lama: mempermudah pemilik kendaraan bekas memenuhi kewajiban pajak.
- Perluasan layanan digital: akses pembayaran pajak melalui aplikasi sehingga dapat dilakukan kapan saja dari ponsel.
Kata pejabat dan harapan terhadap PAD
"Kegiatan ini kami harapkan dapat menyampaikan informasi yang valid kepada wajib pajak tentang betapa mudahnya membayar pajak saat ini, sekaligus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini, terlebih ada kesempatan untuk membawa pulang hadiah,"
Kata tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, Sutan Tolang Lubis, saat peluncuran GASKEN. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif untuk menjangkau wajib pajak yang belum tertib.
"Harapan kami, melalui pendekatan yang persuasif ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat terus meningkat sehingga pembangunan di Sumatera Utara dapat berjalan secara maju dan berkelanjutan,"
Dampak dan prospek
Dengan kombinasi sosialisasi langsung, insentif, dan layanan digital, Pemprov Sumut berharap kepatuhan membayar PKB meningkat. Kenaikan kepatuhan pajak dipandang sebagai sumber pendanaan untuk program pembangunan daerah.
Ke depan, keberhasilan GASKEN akan tergantung pada konsistensi sosialisasi, kemudahan teknis layanan digital, serta respons masyarakat terhadap insentif yang ditawarkan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polrestabes Medan Tutup Sejumlah Jalan untuk Karnaval Merdeka
Polrestabes Medan menutup beberapa ruas jalan di sekitar Lapangan Merdeka pada 2–3 Juli karena karnaval; pen...
Pemprov Sumut Tertibkan PETI di Kotanopan, Ekskavator Disita
Pemprov Sumut menertibkan PETI di Kotanopan 2 Juli, menghentikan operasi ilegal dan mengamankan ekskavator s...
Bobby: Rekomendasi Rakernas APEKSI Harus Diintegrasikan ke Pemprov
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendesak rekomendasi Rakernas APEKSI diintegrasikan ke kebijakan provinsi agar...
10.000 Ecobrick Jadi Taman di Batang Toru, Kurangi 2,5 Ton Plastik
PT Agincourt ubah 10.000 botol ecobrick jadi Taman Ecobrick di Sopo Daganak, mengurangi 2,5 ton plastik dan...
PSAD 902 Ditahan Imbang Korpri Dambaan 1-1 di Dolokmasihul
PSAD 902 dan Korpri Dambaan bermain imbang 1-1 di Dolokmasihul, Rabu (1/7), dalam laga persahabatan yang ber...
Polrestabes Medan Bongkar Kecurangan Pengisian BBM di SPBU
Polrestabes Medan menggerebek SPBU di Jalan Gajah Mada dan menangkap empat pelaku yang diduga mengganti GPS...