Olahraga

Menpora: Sport Tourism Jadi Andalan Penguatan Ekonomi

Bagikan:
Menteri Erick Thohir menjelaskan sport tourism sebagai penggerak ekonomi nasional

Menpora Erick Thohir menegaskan olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga penggerak ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers tentang Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan penguatan ekosistem olahraga nasional di Kantor Badan Komunikasi RI, Kamis, 2 Juli 2026.

Sport tourism sebagai penggerak ekonomi

Erick menjelaskan konsep sport tourism telah memberi dampak ekonomi nyata di berbagai daerah. Ia menyebut olahraga menjadi sumber pendapatan dan alat national branding.

"Persepsinya selalu olahraga itu dilihat sebagai beban, tetapi sebenarnya, olahraga adalah sebuah 'revenue', sebuah pendapatan dan 'national branding'. Paradigma ini yang Kemenpora sedang coba samakan dengan seluruh pemangku kepentingan."

Ujaran tersebut menegaskan pergeseran pandangan pemerintah terhadap peran olahraga dalam perekonomian.

Dampak ekonomi: marathon dan MotoGP

Menurut Menpora, penyelenggaraan ajang olahraga mendorong konsumsi pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan penjualan perlengkapan olahraga.

Ia memberi data konkret: Indonesia telah menggelar 104 ajang marathon di berbagai daerah, yang meningkatkan okupansi hotel dan mendorong usaha lokal.

"Kalau sekarang kita ke Mandalika, itu restoran sudah mulai banyak, di pesisir kota Mandalika orang berinvestasi vila. Artinya, kalau ada MotoGP, atraksi wisata lainnya akan terisi."

Erick juga menyebut MotoGP Mandalika menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp4,9 triliun, yang memacu investasi vila, restoran, dan atraksi wisata di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Langkah penguatan ekosistem olahraga

Untuk memperkuat dampak ekonomi tersebut, Kemenpora mengambil langkah kebijakan dan program. Pendekatan ini meliputi deregulasi serta dukungan langsung kepada atlet dan pelaku olahraga.

  • Deregulasi di lingkungan Kemenpora untuk mempermudah penyelenggaraan dan investasi;
  • Beasiswa bagi student athlete untuk mengembangkan talenta muda;
  • Pendirian dana pensiun bagi atlet untuk keberlanjutan kesejahteraan;
  • Kolaborasi dengan sektor swasta memperkuat infrastruktur dan fasilitas olahraga.
"Program-program ini kita dorong dan mudah-mudahan bisa terus kita tingkatkan kuotanya. Semoga mimpi Indonesia menjadi negara yang besar melalui sport tourism, sport industry, dan prestasi olahraga bisa menjadi kenyataan,"

Prospek dan implikasi

Dengan kombinasi event, kebijakan, dan investasi, Kemenpora berharap sport tourism menjadi pilar pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Upaya ini juga membuka peluang lapangan kerja baru dan memperkuat ekosistem usaha di sekitar kegiatan olahraga. Ke depan, keberlanjutan program akan bergantung pada koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas penyelenggaraan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait