Park Seo Joon & Park Hae Il Ditawari Film Sejarah 'I Am a Firefly'
Park Seo Joon dan Park Hae Il dikabarkan menerima tawaran untuk memimpin film sejarah berjudul I Am a Firefly. Kabar itu muncul pada 2 Juli 2026 dan menyebut proyek berlatar tahun 1974 di Korea Selatan. Kedua aktor belum memastikan penerimaan peran secara final, namun produksi direncanakan mulai syuting pada Oktober mendatang.
Penawaran Peran dan Tanggapan Agensi
Agensi yang menaungi Park Seo Joon menyatakan bahwa sang aktor menerima tawaran untuk proyek tersebut, namun belum memastikan keputusan akhir. Sementara pihak Park Hae Il belum memberikan pernyataan resmi tentang keterlibatannya.
Proses negosiasi diperkirakan masih berlangsung karena peran utama akan menuntut komitmen waktu yang panjang. Jika kedua aktor menerima, keduanya akan menjadi wajah utama dalam cerita yang menyorot periode kelam sejarah Korea.
Latar Cerita dan Karakter
I Am a Firefly mengambil latar tahun 1974, saat Korea Selatan berada di bawah pemerintahan militer. Cerita mengikuti seorang detektif yang berupaya mengungkap kasus besar demi mempercepat kariernya di lingkungan Biro Keamanan Publik.
Investigasi sang detektif membawanya ke Desa Hwayong. Di sana terkuak rahasia yang telah disembunyikan warga, termasuk pemalsuan kematian setelah peristiwa tragis sebelumnya. Alur film diinspirasi oleh peristiwa bersejarah yang lebih lama, yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Pembantaian Liga Bodo pada masa Perang Korea.
Kabar peran menyebutkan Park Seo Joon ditawari memerankan Seol Jun Gyeong, seorang detektif yang mengungkap kebenaran dua puluh empat tahun setelah kejadian. Tokoh itu perlahan mempertanyakan keyakinannya setelah menyaksikan bukti kekerasan negara secara langsung. Adapun Park Hae Il dilaporkan ditawari karakter Kim Man Seop atau "Kakek Kancing", mantan kepala pos polisi yang menyimpan petunjuk penting tentang rahasia desa.
Tim Kreatif dan Jadwal Produksi
Film ini direncanakan disutradarai oleh Lee Joon Ik, sutradara yang dikenal lewat film The King and the Clown. Nama sutradara memberi harapan pada kualitas narasi dan penyutradaraan yang kuat.
Pengambilan gambar utama dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026. Tahap casting dan finalisasi naskah masih berlanjut, sehingga konfirmasi resmi dari pihak produksi diharapkan menyusul dalam beberapa minggu ke depan.
Implikasi dan Prospek
Jika terealisasi, proyek ini mempertemukan dua aktor papan atas yang memiliki gaya akting berbeda: pemeran muda yang populer dan aktor senior berpengalaman. Kombinasi itu berpotensi menarik perhatian penonton luas dan menambah wacana tentang adaptasi peristiwa sejarah ke layar lebar.
Pengumuman resmi terkait penerimaan peran dan detail produksi masih dinantikan. Sementara itu, publik menunggu konfirmasi agar jadwal syuting dan daftar pemain resmi dapat diumumkan.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Joe Taslim Gabung 'Extraction 3' Bareng Chris Hemsworth
Joe Taslim dipastikan bergabung di Extraction 3 Netflix; peran dan tanggal rilis masih dirahasiakan.
First Look Film Hasut: Horor Misteri dan Rasa Curiga
Film horor misteri Hasut rilis first look menampilkan Rachel Amanda dkk; sutradara Ilya Sigma mengajak penon...
Teaser 'Memburu Pemangsa' Rilis, Empat Jurnalis Selidiki Hilangnya Anak
Teaser film "Memburu Pemangsa" tayang, mengikuti empat jurnalis yang menyelidiki kasus hilangnya anak lewat...
Iqbaal Ingin ‘Operasi Pesta Copet’ Jadi Film Penanda Generasi
Iqbaal berharap film Operasi Pesta Copet jadi suara generasi dan penanda zaman; tayang 27 Agustus 2026 di se...
GBN 2026 Hibur Istana Merdeka pada HUT ke-81 RI
GBN 2026 menampilkan 182 talenta muda dari 38 provinsi di Istana Merdeka saat HUT ke-81 RI, mengangkat lagu...
Kemenbud Rilis Aransemen Baru ‘Hari Merdeka’ untuk Milenial
Kemenbud meluncurkan aransemen baru 'Hari Merdeka' oleh Erwin Gutawa untuk mendekatkan lagu perjuangan ke ge...