Nasional

TNI 'All Out' Tangani Gempa NTT, 7.912 Personel Dikerahkan

Bagikan:
TNI mengerahkan personel dan alutsista untuk operasi kemanusiaan di NTT

TNI mempercepat penanganan dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan 7.912 personel dan menyalurkan total bantuan mencapai 825,585 ton. Data itu berlaku hingga periode pelaporan terakhir, sementara alutsista juga dikerahkan untuk mempercepat distribusi dan mobilitas di wilayah terdampak.

Pengerahan personel dan alutsista

Pengerahan ribuan personel dilakukan untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, dan operasi kemanusiaan di lapangan. Menurut keterangan resmi Puspen TNI, langkah itu bertujuan memperkuat proses distribusi bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Untuk menunjang operasi tersebut, TNI mengerahkan 27 alat utama sistem senjata (alutsista). Kekuatan tersebut terdiri dari 21 pesawat, lima Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dan satu kapal ADRI

Rincian alutsista tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat pengiriman logistik serta memobilisasi personel dan tim medis ke titik-titik terdampak.

Distribusi bantuan

Memasuki hari kesepuluh penanganan, TNI melaporkan tambahan distribusi sebanyak 21,761 ton bantuan yang didistribusikan ke masyarakat terdampak. Tambahan ini membuat total bantuan yang disalurkan mencapai angka 825,585 ton selama operasi berlangsung.

Fokus utama adalah memastikan bantuan dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, khususnya warga di pulau-pulau dan lokasi terpencil.

Koordinasi lintas lembaga

TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait lainnya untuk memperlancar proses penanganan bencana. Sinergi ini digunakan untuk memetakan kebutuhan lapangan dan menghindari duplikasi distribusi.

Upaya koordinasi juga bertujuan memastikan alur logistik adaptif terhadap perubahan kebutuhan warga di pengungsian dan lokasi terdampak.

Aktivitas gempa susulan

Aktivitas gempa susulan di NTT masih tinggi. Sampai Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 7.492 gempa susulan sejak gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Rentang magnitudo gempa susulan tercatat antara 1,0 hingga 6,2. Dari jumlah itu, 33 kejadian memiliki magnitudo di atas 5, dan 143 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.

Dari ribuan aktivitas gempa tersebut, sebanyak 33 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Sementara, 143 gempa bumi susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat NTT

BMKG menyebut getaran yang masih berlangsung menjadi faktor warga memilih bertahan di pengungsian, terutama bagi bangunan yang sudah rusak.

Getaran yang masih terjadi menimbulkan kekhawatiran warga untuk kembali ke rumah. Terutama pada bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan

Prospek penanganan

Pemulihan dan distribusi bantuan akan terus diintensifkan sesuai perkembangan seismik dan kebutuhan lapangan. TNI dan lembaga terkait tetap berfokus pada kecepatan distribusi serta keselamatan warga terdampak.

Monitoring gempa susulan dan koordinasi antar-institusi diperkirakan berlanjut selama masa tanggap darurat untuk mengurangi dampak lebih lanjut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait