Wamendikdasmen Tinjau PJJ di SMAN 3 Medan, Cegah Putus Sekolah
MEDAN — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., meninjau pelaksanaan Program PJJ di SMA Negeri 3 Medan, Jalan Budi Kemasyarakatan, pada Senin 28 September. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan akses pendidikan bagi anak-anak yang berisiko putus sekolah dan mengecek kesiapan fasilitas pendukung pembelajaran jarak jauh.
Peninjauan fasilitas dan dialog dengan warga sekolah
Pada kunjungan, Fajar dan tim memeriksa sarana yang mendukung PJJ, termasuk ruang belajar dan perangkat teknologi yang digunakan siswa. Mereka juga berdialog langsung dengan siswa dan orang tua untuk mendengar pengalaman serta masukan terkait pelaksanaan program.
Kami ingin memastikan proses pembelajaran jarak jauh di SMANTig Medan berjalan dengan baik. Program ini merupakan salah satu prioritas kami di Kemendikdasmen.
PJJ sebagai alternatif bagi anak berisiko putus sekolah
Menurut Wamendikdasmen, Program PJJ diharapkan menjadi jalur alternatif bagi anak yang tidak mampu mengikuti pembelajaran reguler. Program ini ditujukan agar mereka tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan jenjangnya.
Kami ingin memastikan jumlah anak yang tidak bersekolah semakin berkurang. Tadi kami juga berbincang dengan sejumlah orang tua siswa, dan mereka menyampaikan apresiasi terhadap program ini.
Peran orang tua, sekolah, dan pemerintah
Fajar menegaskan bahwa pengurangan angka anak tidak bersekolah memerlukan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, satuan pendidikan, dan orang tua harus sinergi agar PJJ efektif menjangkau anak-anak yang mengalami hambatan akses.
Ia mendorong orang tua yang memiliki anak belum atau putus sekolah untuk memanfaatkan program sebagai jalan kembali memperoleh layanan pendidikan. Keterlibatan keluarga menjadi kunci keberhasilan program.
Penilaian terhadap SMAN 3 Medan dan harapan ke depan
Wamendikdasmen memberi apresiasi pada kesiapan SMAN 3 Medan sebagai sekolah penyelenggara PJJ. Menurutnya, sekolah memiliki kualitas dan kapasitas tenaga pendidik yang memadai untuk mendukung pelaksanaan program.
Menurut saya, SMANTig Medan merupakan sekolah unggul dan memiliki kapasitas pendidik yang memadai, sehingga layak menjadi salah satu sekolah penyelenggara PJJ. Tadi saya juga melihat anak-anak senang belajar di sini.
Fajar berharap dukungan fasilitas, kualitas tenaga pendidik, dan keterlibatan orang tua terus diperkuat agar proses pembelajaran berjalan optimal. Penguatan ini diharapkan memberi manfaat nyata dan menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ratusan Dusun di Sumut Belum Dialiri Listrik, Perizinan Jadi Hambatan
Meski RE Sumut 99,86%, ratusan dusun belum dapat listrik karena perizinan kawasan hutan, lahan, dan akses ja...
Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Aspirasi Hasil Reses DPRD
Pemprov Sumut menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi hasil reses DPRD dengan mengurutkan usulan berdasarka...
Sopir Didakwa Jual Nomor Togel Sidney, Singapura, Hong Kong di Medan
Seorang sopir di Medan didakwa menjual nomor togel Sidney, Singapura, dan Hong Kong sejak Nov 2025; ia mener...
Wali Kota Medan Dukung Program Jaksa Sahabat Pendidik
Wali Kota Medan Rico Waas mendukung program Jaksa Sahabat Pendidik saat penandatanganan MOU 33 kabupaten/kot...
Kejati Sumut Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik untuk Cegah Korupsi Sekolah
Kejati Sumut meluncurkan Jaksa Sahabat Pendidik di Medan untuk mencegah korupsi proyek sekolah, namun soal b...
Kajati Sumut Tegaskan: Jangan Intervensi Kepala Sekolah
Kajati Sumut Muhibuddin menegaskan kepala daerah tak boleh mengintervensi kepala sekolah, saat peluncuran ho...