Lokal

Pematokan Pondasi Monumen Toga Gultom Dimulai di Samosir

Bagikan:
Pematokan pondasi Monumen Toga Gultom di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu, Samosir

PANGURURAN, Samosir — Pematokan pondasi pembangunan Monumen Toga Gultom resmi dimulai pada Jumat (25/9) di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom memimpin acara tanda mulainya kembali proyek yang diharapkan menjadi simbol sejarah, identitas, serta persatuan pomparan Toga Gultom.

Pematokan dan suasana acara

Acara pematokan berlangsung hangat, dihadiri tokoh agama, panitia pembangunan, penasihat, pengurus DPP PGTS, serta warga setempat. Suasana kekeluargaan mewarnai kegiatan sebagai simbol kebersamaan antar anggota pomparan.

Hadir pula sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Samosir, antara lain Sekdakab Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, Camat Onan Runggu, dan pimpinan OPD lain yang menyaksikan tanda dimulainya proses pembangunan.

Dukungan pemerintah daerah

Bupati Vandiko menyatakan dukungan Pemkab Samosir terhadap penataan kawasan monumen, namun menegaskan syarat administratif harus dipenuhi sebelum bantuan teknis diberikan.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, saya menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Monumen Toga Gultom. Dengan doa yang digelar hari ini sebagai tanda dilanjutkannya pembangunan, kita berharap kerinduan untuk melihat tugu ini berdiri dapat segera terealisasi dengan baik,"

"Kami siap mensupport untuk pematangan lahan dan jalan, namun serah terima aset harus jelas,"

Vandiko menjelaskan bahwa kejelasan status aset penting agar penataan kawasan berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Pemerintah juga siap membantu pengembangan akses jalan dan pematangan lahan setelah proses serah terima aset terselesaikan.

Makna monumen dan target penyelesaian

Ketua Parsadaan Toga Gultom Samosir (PTGS), Padot M. Gultom, menekankan bahwa monumen ini lebih dari fisik; ia merupakan pengingat sejarah dan pengikat tali persaudaraan antarpomparan.

"Pembangunan monumen ini bukan sekadar membangun sebuah bangunan atau monumen. Ini merupakan simbol sejarah, identitas, persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun di seluruh dunia,"

Padot menargetkan pembangunan rampung pada Maret 2027 dan peresmiannya pada April 2027. Ia mengajak seluruh pomparan untuk berkontribusi melalui semangat gotong royong dan donasi sesuai kemampuan.

"Target kita bersama adalah pembangunan dapat diselesaikan pada bulan Maret 2027 dan peresmiannya April 2027. Pembangunan monumen ini menjadi lambang persatuan, kebanggaan dan warisan bagi generasi mendatang,"

Ajakan partisipasi dan penutup

Pembangunan ini dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan warisan bagi anak cucu. Panitia mengimbau agar pomparan Toga Gultom di dalam dan luar negeri turut mendukung dengan donasi serta partisipasi aktif.

Pematokan pondasi menandai langkah awal konkret untuk mewujudkan monumen yang diharapkan menjadi penanda sejarah dan simbol persatuan yang lestari bagi generasi mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait