Gampong Leu Ue Aceh Besar: Profil Penduduk, Aktivitas, dan Tantangan Dana Desa
ACEH BESAR – Gampong Leu Ue, di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, kini kerap jadi sorotan media. Terletak sekitar 3 kilometer selatan Banda Aceh, gampong ini dikenal karena sejumlah fasilitas wisata dan institusi yang berada di kawasan tersebut. Di bawah kepemimpinan Keuchik Yusri, ST, gampong terus menggelar program pembangunan dan kegiatan sosial meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Letak, luas, dan fasilitas utama
Gampong Leu Ue memiliki luas wilayah sekitar 6.600 meter persegi. Lokasinya berbatasan dengan Glee Taron dan gugusan pegunungan Bukit Barisan. Beberapa titik penting yang berada di kawasan ini antara lain Kolam Permandian Mata Ie, Glee Taron, Kompleks Rindam Iskandar Muda, serta Kantor BMKG Mata Ie.
Demografi
Gampong ini termasuk padat penduduk. Tercatat 662 kepala keluarga dengan total 2.153 jiwa. Komposisi penduduk hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah KK | 662 |
| Total penduduk | 2.153 jiwa |
| Laki-laki | 1.105 |
| Perempuan | 1.048 |
Mata pencaharian warga
Mayoritas warga bekerja di sektor pertanian dan pekerjaan harian lepas. Selain itu, terdapat pedagang, anggota TNI, Polri, serta aparatur sipil negara. Ragam profesi ini mencerminkan struktur ekonomi lokal yang beragam namun berbasis komunitas.
Kehidupan sosial dan budaya
Kehidupan sosial di Leu Ue dikenal kompak. Warga menjaga ikatan persaudaraan meski berasal dari latar suku dan daerah berbeda. Adat istiadat Aceh tetap dipertahankan dan kerukunan antarumat beragama berjalan baik.
Kepemimpinan dan anggaran gampong
Keuchik Yusri, yang juga berprofesi sebagai jurnalis televisi, menyatakan program gampong disusun berdasarkan aspirasi warga melalui Musdes. Namun, ada kendala keuangan karena pemotongan transfer dana desa untuk mendukung program pusat, termasuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Meski demikian, pemerintah gampong tetap memprioritaskan infrastruktur, kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan.
Ya, dalam setiap kegiatan kami tetap mengedepankan aspirasi warga, tentu yang lahir dari Musdes. Saat ini kondisi transferan dana desa sudah sangat terbatas, akibat pemotongan untuk program KDMP, namun dengan dana yang ada kita maksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial, budaya dan keagamaan.
Gotong royong dan kegiatan keagamaan
Suasana gotong royong sering terlihat di Leu Ue, terutama menjelang kegiatan besar di menasah. Keuchik Yusri menyebut contoh rutin seperti persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Partisipasi warga dinilai tinggi dan kompak dalam acara serupa.
Gampong Leu Ue menunjukkan dinamika desa yang aktif: memiliki potensi sosial dan fasilitas strategis, namun juga menghadapi tekanan anggaran yang memengaruhi prioritas pembangunan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Warga Langsa Tuntut Kepastian Jadup Tahap III, Pemko: Sudah Diusulkan
Puluhan warga Langsa aksi tuntut kepastian Jadup tahap III; Pemko menyatakan telah mengusulkan data dan pros...
Sekda Buka ANAT Fair 2026: Jelajahi Dunia dari Serambi Mekkah
Sekda Jalaluddin resmi buka ANAT Fair 2026 di Suzuya Mall untuk dorong pariwisata inklusif, ekonomi lokal, d...
4 Rumah Terendam dan 2 Rusak Akibat Banjir di Haranggaol Simalungun
Banjir malam 26/9 di Haranggaol Simalungun merendam 4 rumah, merusak 2 unit, dan turut berdampak pada SDN 09...
Bobby Nasution Dorong Kolaborasi Pengadaan Material untuk Tekan Harga
Gubsu Bobby Nasution usulkan kolaborasi pengadaan material besar lewat BUMD untuk tekan harga dan percepat a...
Prodia Gelar Seminar 'She Thrives' Dorong Skrining dan Gaya Hidup Sehat
Prodia menggelar seminar 'She Thrives' di Medan (26/9) untuk mendorong skrining berkala, pencegahan, dan gay...
Belasan Ulama Bahas Zakat, Wakaf, dan Faraidh di Muzakarah Aceh
Belasan ulama dan pimpinan dayah kumpul di Muzakarah Ulama Aceh ke‑XV untuk membahas zakat, wakaf online, fa...