Umat Hindu Deliserdang Gelar Maha Puja Thiruvila dengan Ritual Tusuk Lidah
Umat Hindu dari berbagai wilayah Kabupaten Deliserdang menggelar Maha Puja Thiruvila di Shri Mariamman Kuil Batangkuis, Minggu (17/5) sore. Perayaan ini berlangsung sebagai bentuk nazar dan permohonan berkah pada purnama Chitirai, dengan rangkaian ritual termasuk puasa, upacara, dan ritual tusuk lidah.
Makna dan waktu perayaan
Perayaan Thiruvila jatuh pada purnama terbesar dalam kalender Tamil, disebut Chitirai, yang berarti momen purnama pertama setelah tahun baru Hindu. Bagi warga, purnama ini menjadi waktu penting untuk memanjatkan doa dan berharap perbaikan dalam aspek kehidupan dan ekonomi.
Rangkaian ritual dan nazar
Ritual dimulai dari pelataran kuil, kemudian peserta diangkut sekitar 2 kilometer ke pinggiran Sungai Serdang untuk melaksanakan upacara. Kegiatan yang dilakukan antara lain:
- puja-puja dan pembakaran dupa,
- nazar berupa puasa dan pengorbanan,
- memandikan arca Dewa Murugan dengan air kelapa,
- angkat susu dan ritual tusuk lidah sebagai tanda nazar.
Setelah ritual di sungai selesai, peserta mengarak arca dan kembali ke kuil disertai musik tradisional sebagai penutup.
Tindik lidah sebagai tanda nazar
Salah satu fokus perhatian adalah ritual tusuk lidah. Pelaku tusuk lidah dianggap menunaikan nazar sebagai wujud pengabdian, penghormatan, dan pengorbanan.
Rasa sakit yang kita persembahkan kepada Tuhan lewat tusuk lidah itu adalah wujud cinta dan bakti kita yang tulus,
Ritual ini tidak membatasi usia; peserta bisa dari muda hingga tua, selama berniat dan telah menunaikan nazarnya.
Persiapan puasa
Sebelum menjalani ritual, peserta wajib berpuasa. Sebagian melakukan puasa selama 41 hari sesuai kemampuan. Ada juga yang menjalankan vegetarian selama 31 hingga 41 hari sebagai bentuk nazar.
Mereka melakukan puasa 41 hari sesuai dengan kemampuannya. Ada juga yang tidak sanggup, tapi melakukannya dalam bentuk vegetarian selama 31 hari hingga 41 hari,
Peserta dan dampak kegiatan
Sekitar 30 orang yang memiliki nazar mengikuti ritual inti itu, didampingi umat lain yang menyaksikan prosesi. Arak-arakan dan kerumunan membuat jalan Batangkuis–Lubukpakam macet, namun kondisi dapat dikendalikan berkat pengaturan dari petugas kepolisian setempat.
Harapan penyelenggara
Peserta berharap perayaan ini memperkuat kebersamaan dan moral umat Hindu di Deliserdang. Mereka juga berdoa agar kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat terus membaik seiring terlaksananya ritual suci tersebut.
Harapan kita dengan perayaan seperti ini, umat Hindu bisa meningkatkan moralitasnya, tingkat bakti dan sarana kepada Tuhan, menjauhi hal-hal negatif, dan melebur tindakan yang tidak baik menjadi yang lebih baik,
Perayaan Maha Puja Thiruvila di Batangkuis menyisakan pesan persatuan dan pengabdian yang menjadi dasar pelaksanaan ritual tahunan ini.
Berita Terkait
Bupati Simalungun Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Bupati Simalungun pimpin Rakor Forkopimda di Parapat, ajak sinergi jaga keamanan, bahas banjir, sampah, keta...
Sidang Roni Paslani Ditunda Lagi, Jaksa Kejari Tak Hadir
Sidang kasus tanah Roni Paslani di PN Lubukpakam kembali ditunda karena Jaksa Kejari Deliserdang tidak hadir...
Bupati Sergai Minta Mahasiswa KKN UNIMED Dorong Pendidikan dan Ekonomi Desa
Bupati Sergai minta 1.500 mahasiswa KKN UNIMED dorong pendidikan dan kewirausahaan di 56 desa, KKN berlangsu...
Penataan Kabel Udara Deliserdang Dipacu Jelang APKASI
Deliserdang percepat pemindahan kabel udara ke bawah tanah menjelang APKASI; 3 dari 4 km sudah selesai, targ...
Harkitnas 2026: Menkomdigi Serukan Kedaulatan Digital
Menkomdigi tegaskan kedaulatan informasi dan perlindungan anak digital saat Harkitnas ke-118 di Deliserdang,...
Harkitnas ke-118: Batubara Peringati dengan Tema Jaga Tunas Bangsa
Upacara Harkitnas ke-118 di Kabupaten Batubara digelar 20 Mei 2026, menekankan perlindungan generasi muda da...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!