Nasional

1.464 Kasus TBC di Lapas, Komisi IX Minta Perbaikan Layanan Kesehatan

Bagikan:
Ilustrasi layanan kesehatan di lembaga pemasyarakatan untuk penanganan TBC

Komisi IX DPR mendesak perbaikan layanan kesehatan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) setelah ditemukan 1.464 kasus tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan secara nasional. Desakan itu disampaikan menyusul temuan kasus yang diumumkan pemerintah pada 30 Juni 2026.

Temuan kasus dan respons Komisi IX

Anggota Komisi IX, Netty Prasetiyani, mengatakan angka kasus TBC yang tinggi harus menjadi alarm untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan di lapas dan rutan. Ia mengapresiasi upaya pemerintah yang berhasil mendeteksi kasus sebagai langkah awal pengendalian penyakit.

"Salah satu tantangan penanganan kasus TBC adalah penemuan kasusnya itu sendiri. Kita mengapresiasi terlebih dahulu bahwa ternyata ada langkah untuk bisa menemukan kasus itu di lembaga pemasyarakatan,"

Perbaikan layanan dan jaminan pengobatan

Netty menekankan bahwa menemukan kasus tidak cukup tanpa jaminan pengobatan berkelanjutan. Pemerintah harus memastikan pasien menerima obat secara rutin dan diawasi oleh tenaga kesehatan lapas.

Ia juga mendorong pemantauan ketat terhadap kepatuhan minum obat dan ketersediaan obat esensial di fasilitas pemasyarakatan. Kerja sama antara petugas kesehatan dan petugas pemasyarakatan dinilai penting agar pengobatan berjalan konsisten.

"Ini sangat penting karena penanganan TBC selain obat rutin yang teratur dikonsumsi juga adalah pemenuhan gizi. Sehingga penyakit TB yang mereka derita bisa sembuh,"

Sarana, lingkungan, dan pencegahan penularan

Selain aspek klinis, Netty meminta perbaikan sarana dan prasarana untuk menekan penularan. Fokusnya meliputi ventilasi yang baik, akses sinar matahari, kebersihan lingkungan, dan sanitasi yang memadai.

"Masuknya sinar matahari, kemudian juga lingkungan mereka tinggal, lingkungan mereka beraktivitas, ini juga harus dipastikan bersih. Kemudian juga sarana sanitasi dan pembuangan limbahnya, ini sangat mempengaruhi,"

Edukasi kesehatan dan langkah ke depan

Komisi IX juga mendorong program edukasi kesehatan menyeluruh bagi seluruh warga binaan, bukan hanya pasien. Edukasi ini penting untuk mencegah penularan di ruang yang padat penghuni.

Netty mengingatkan perlunya pendekatan komprehensif yang menggabungkan deteksi, pengobatan, nutrisi, lingkungan, dan edukasi. Dengan demikian, upaya pengendalian TBC di lapas dan rutan bisa lebih efektif dan berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait