Novita Hardini: Tata Kelola KEK Pariwisata Harus Lindungi Masyarakat
JAKARTA, 1 Juli 2026 — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta perbaikan tata kelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata agar pembangunan tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menjamin perlindungan hak masyarakat dan mencegah konflik agraria. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan Kementerian Pariwisata dan pengelola KEK di Kompleks Parlemen, Senayan.
Sorotan pada orientasi investasi
Novita menilai paparan pemerintah selama RDP terlalu fokus pada promosi dan pendampingan investor. Ia menuntut adanya strategi konkret untuk melindungi warga sekitar kawasan wisata.
"Yang saya lihat, paparan pemerintah lebih banyak berbicara soal promosi investasi dan pendampingan investor. Tetapi saya tidak melihat strategi yang jelas mengenai perlindungan hak masyarakat maupun mitigasi konflik agraria,"
Aspirasi masyarakat dan dugaan maladministrasi
Komisi VII menerima berbagai pengaduan masyarakat terkait sengketa lahan di kawasan pariwisata. Novita menyebut ada dugaan perubahan status kepemilikan tanah yang merugikan warga dan berpotensi memicu konflik sosial.
"Rakyat kecil tidak boleh menjadi korban akibat kegagalan sistem atau maladministrasi negara. Pemerintah harus hadir membela hak masyarakat, bukan hanya mengejar masuknya investasi,"
Analisis penyebab penurunan kunjungan wisata
Novita juga mempertanyakan penurunan kunjungan wisatawan di sejumlah otorita sepanjang 2025 yang berdampak pada berkurangnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ia meminta pemerintah tidak sekadar memaparkan data, melainkan menyertakan root cause analysis dan langkah pemulihan.
"Kami membutuhkan root cause analysis yang jelas. Apakah penurunannya dipicu persoalan konflik lahan, infrastruktur, kualitas SDM, atau lemahnya tata kelola. Jangan hanya menyampaikan data tanpa solusi,"
Usulan perluasan dan pemanfaatan momentum global
Selain aspek perlindungan, Novita mendorong pemerataan pengembangan destinasi nasional. Ia menyarankan mempertimbangkan wilayah selatan Jawa Timur — termasuk Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi — sebagai kandidat pengembangan KEK Pariwisata.
Novita juga mengkritik pemanfaatan momentum FIFA World Cup 2026. Menurutnya, peluang promosi harus dimaksimalkan lewat sinergi lintas kementerian dan lembaga penyiaran agar manfaatnya nyata bagi destinasi dan pelaku usaha lokal.
Penutup: pengawasan untuk keseimbangan kepentingan
Novita menegaskan DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan supaya pembangunan pariwisata berjalan seimbang antara peningkatan investasi, perlindungan hak masyarakat, pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, serta pemberdayaan UMKM. Ia menekankan tujuan akhir adalah agar pariwisata "tumbuh bersama masyarakat, bukan meninggalkan masyarakat."
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Sekolah Rakyat Gresik: Pemkab Percepat Isi Kuota, SD Tersisa 30
Pemkab Gresik menggandeng LKSA untuk mengisi sisa 30 kuota SD Sekolah Rakyat sebelum tahun ajaran 15 Juli 20...
PDI Perjuangan Mojokerto Tutup Bulan Bung Karno dengan Bersih Makam
DPC PDI Perjuangan Mojokerto menutup Bulan Bung Karno 2026 dengan aksi bersih makam Raden Wijaya di Situs Si...
Surabaya Perluas Kemitraan untuk Percepat Perbaikan 7.906 Rutilahu
DPRD Surabaya minta Pemkot gandeng pusat, provinsi, filantropi, dan swasta untuk menuntaskan 7.906 rutilahu...
Kediri Salurkan 200 Ton Benih Jagung Rp19 Miliar untuk 13.300 Ha
Bupati Kediri salurkan 200 ton benih jagung senilai Rp19 miliar untuk 13.300 ha, guna tekan biaya produksi d...
Arwalos Diresmikan di Alasmalang, Sonny T. Danaparamita Hadir
Organisasi pemuda Arwalos diresmikan di Desa Alasmalang, Banyuwangi, Senin 29/6/2026, dengan dukungan Sonny...
Lumajang Segera Cairkan Insentif untuk 1.964 Guru Non-ASN Rp500.000
DPRD Lumajang: insentif Rp500.000 untuk 1.964 guru non-ASN segera dicairkan setelah verifikasi data dan admi...