Ekonomi

Kemendag Targetkan Transaksi TEI ke-41 USD17,5 Miliar

Bagikan:
Pelaku usaha berdialog dengan atase perdagangan pada pameran Trade Expo Indonesia

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan nilai transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencapai USD17,5 miliar. Target ini disampaikan saat CEO Gathering di Surakarta, Jawa Tengah, pada 20 Agustus 2026, sebagai persiapan pameran yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, Banten.

Target, waktu, dan lokasi

Nilai target TEI ke-41 meningkat dari USD16,5 miliar pada penyelenggaraan sebelumnya. Pemerintah mengundang pelaku usaha untuk memanfaatkan pameran sebagai platform memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor Indonesia.

Strategi: business matching dan persiapan awal

Untuk memperbesar peluang transaksi, Kemendag mendorong pelaku usaha melakukan business matching sebelum pameran dimulai. Pendekatan ini bertujuan agar pertemuan di lokasi pameran berlangsung lebih konkret dan efisien.

"Kami mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan TEI sebagai momentum untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor. Pemerintah dan dunia usaha perlu memiliki orientasi sama dalam menetapkan target ekspor serta memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia berbagai negara," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.

"Kami tidak mau pelaku usaha Indonesia yang menjadi peserta pameran TEI hanya bertemu buyer ketika sudah di pameran. Kami menekankan adanya business matching antara peserta TEI dan calon buyer terlebih dahulu sebelum bertemu di TEI ke-41," tambah Budi.

Peran perwakilan perdagangan luar negeri

Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, terdiri dari atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), diminta bekerja lebih awal. Setelah pendaftaran, pelaku usaha bisa mempresentasikan produk kepada atase atau ITPC untuk penjajakan calon buyer yang sesuai.

"Kalau ada yang belum jelas, Bapak dan Ibu bisa presentasi dulu kepada atase perdagangan dan ITPC. Jadi, ketika bertemu di pameran, pembahasannya sudah lebih konkret dan peluang transaksi semakin besar," ujar Budi.

Pengalaman TEI ke-40 sebagai rujukan

Kemendag menyebut strategi ini efektif pada TEI ke-40, yang digelar pada 15-19 Oktober 2025. Pada hari pertama TEI ke-40, tercatat 137 dokumen kontrak dagang ditandatangani dengan nilai transaksi sekitar USD9,8 miliar.

Setelah kontrak ditandatangani, perwakilan perdagangan tetap memfasilitasi pelaku usaha. Mereka akan memonitor realisasi transaksi dan membantu menyelesaikan kendala teknis atau regulasi di negara tujuan ekspor.

"Setelah kontrak ditandatangani, bisa saja ada masalah teknis atau aturan baru di negara tujuan. Di situlah perwakilan perdagangan mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi penyelesaian kendalanya," kata Budi.

CEO Gathering dan kerja sama promosi

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyatakan CEO Gathering TEI ke-41 diikuti 106 perusahaan anggota HIMKI dari Jawa, Bali, dan NTB. Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan menjelang pameran.

"Melalui kegiatan strategis ini, kami berharap perusahaan-perusahaan unggulan Indonesia dapat memanfaatkan TEI secara optimal. Sebagai sarana promosi utama di hadapan buyer internasional," ujar Puntodewi.

Pada acara tersebut juga ditandatangani nota kesepahaman antara HIMKI dan PT Debindomulti Adhiswasti untuk kemitraan promosi internasional furnitur, ditandatangani oleh Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Pradana dan Ketua HIMKI Abdul Sobur.

Dengan langkah pra-pameran dan dukungan perwakilan perdagangan, Kemendag berharap TEI ke-41 dapat mewujudkan target transaksi dan membuka pasar baru bagi produk ekspor Indonesia.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait