IHSG Sesi I Menguat 0,52% ke 6.535, BI Catat NPI Membaik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi I sebesar 0,52% ke level 6.535 pada perdagangan siang ini. Pergerakan ini terjadi setelah IHSG dibuka di 6.524 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 6.543, didorong oleh sentimen domestik terkait perbaikan neraca pembayaran.
Detail Pergerakan & Level Teknis
Secara teknis, analis memproyeksikan level support IHSG berada pada rentang 6.450–6.500 dan level resistansi di kisaran 6.520–6.600. Sentimen positif domestik membuat permintaan saham meningkat hingga menekan tekanan jual pada sesi pagi.
- Open: 6.524
- High (siang): 6.543
- Close Sesi I: 6.535
Faktor Pendukung: Perbaikan NPI
Salah satu faktor pendorong pasar adalah laporan Bank Indonesia tentang perbaikan NPI triwulan kedua yang menunjukkan penyusutan defisit. Kondisi ini menurunkan kekhawatiran terkait aliran modal dan stabilitas neraca eksternal.
"Defisit menyusut menjadi 0,9 miliar Dolar AS. Turun dari triwulan sebelumnya sebesar 9,1 miliar Dolar AS,"
— Tim Pilarmas Investindo
Perubahan Batas Harga Saham oleh BEI
Pasar juga mencermati rencana Bursa Efek Indonesia yang akan mengubah batas harga minimum perdagangan saham di pasar reguler dan tunai. Perubahan ini diharapkan memperkecil pembatasan harga per saham.
"Pembatasan yang dilakukan, dari harga Rp50 menjadi Rp1 per saham,"
— Tim Phintraco Sekuritas
BEI akan menguji coba perubahan tersebut bersama anggota bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026, dengan target implementasi mulai 7 September 2026. Pelaku pasar memantau uji coba ini untuk menilai dampak likuiditas dan volatilitas saham berharga rendah.
Sentimen Regional dan Global
Di kawasan Asia, bursa cenderung menguat setelah data PMI Manufaktur Jepang naik ke 55,1 pada Agustus 2026. Investor juga menunggu hasil pertemuan Komite Tetap KRN Tiongkok pekan depan untuk arah kebijakan ekonomi lebih lanjut.
Dari pasar global, imbal hasil obligasi AS yang tinggi masih menjadi beban bagi Wall Street. Namun, harga minyak dunia melanjutkan kenaikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz antara AS dan Iran, serta potensi sanksi ekonomi baru dari Washington.
Prospek Pasar
Dengan kombinasi perbaikan neraca pembayaran dan langkah teknis BEI, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan jika sentimen global tidak memburuk. Investor disarankan memantau perkembangan uji coba perubahan batas harga BEI dan data ekonomi global yang dapat memengaruhi aliran modal.
Pemantauan lanjutan pada sesi berikutnya penting untuk memastikan apakah penguatan hari ini berlanjut menjadi tren jangka pendek atau hanya koreksi teknis.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Perkasa di Awal Perdagangan, Menguat ke Rp17.715/USD
Rupiah menguat ke Rp17.715/USD pada pembukaan perdagangan 21 Agustus 2026, terdorong sentimen geopolitik dan...
CIPA Desak Pemerintah Buka Lelang WIUP Secara Transparan
CIPA mendesak pemerintah membuka daftar dan jadwal lelang WIUP secara transparan untuk memberi kepastian inv...
IHSG Diprakirakan Sideways setelah Menguat 1,68%
IHSG diperkirakan sideways di kisaran 6.450–6.500 setelah menguat 1,68%, terdorong net buy asing dan pengaru...
KKI 2026 Dorong Kebangkitan UMKM dengan Semangat 'Beudaya MeusareSare'
KKI 2026 dibuka di Jakarta pada 20 Agustus 2026 untuk mendorong kebangkitan UMKM dengan semangat "Beudaya Me...
PLN Perkuat Pasokan Listrik untuk MRT Jakarta Fase 2A
PLN memperkuat pasokan listrik MRT Jakarta Fase 2A dari Gardu Induk Karet Lama dan GIS Menteng untuk menduku...
KAI Kelola 14.562 Ton Limbah Operasional Sepanjang 2025
KAI mengelola 14.562,40 ton limbah operasional 2025, termasuk B3 dan non-B3, sambil menggenjot Water Station...