Kemenkes Targetkan Nol Kematian DBD dan Turunkan Kasus 25% pada 2030
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2030 dan pengurangan kasus sebesar 25 persen dibanding 2021. Target itu diumumkan seiring data terbaru yang menunjukkan 39.672 kasus DBD dan 105 kematian tercatat hingga Mei 2026.
Kasus dan kematian DBD sampai Mei 2026
Berdasarkan catatan Kemenkes, Jawa Barat menjadi provinsi terdampak terparah pada 2026, dengan lebih dari 9.000 kasus dan 36 kematian. Secara nasional, jumlah kasus hingga Mei mencapai 39.672 kasus dengan 105 korban jiwa.
Kemenkes juga mencatat kontribusi Indonesia terhadap beban global dengue. Negara ini menyumbang sekitar 3 persen dari total kasus dengue dunia, namun mencapai 17 persen dari total kematian global akibat penyakit tersebut.
Strategi RAN Dengue 2026-2029
Kemenkes merancang Rencana Aksi Nasional Pengendalian Demam Dengue 2026-2029 sebagai kerangka kerja menekan kasus dan fatalitas. Direktorat Penyakit Menular menegaskan penguatan deteksi dini sebagai langkah awal.
Indonesia kita lihat di sini adalah negara dengan kasus dengue nomor dua terbesar di dunia. Dan kalau kita lihat di regional Asia Tenggara, maka kita yang paling besar.
Empat strategi utama yang dirumuskan Kemenkes mencakup:
- Memperkuat deteksi dini dan diagnosis kasus.
- Meningkatkan tata laksana pasien di fasilitas kesehatan.
- Memperkuat pencegahan dan surveilans epidemiologi.
- Mengelola respons cepat saat terjadi wabah atau peningkatan kasus.
Strategi teknis ini didukung oleh upaya lintas sektor, termasuk tata kelola, pembiayaan, kemitraan, riset, pengelolaan data, dan inovasi kesehatan.
Target 2030 dan implikasi
Kemenkes menegaskan output yang diharapkan dari RAN Dengue. Selain target nol kematian, pemerintah menetapkan target pengurangan kasus sebesar 25 persen pada 2030 dibandingkan kondisi nasional tahun 2021.
Outcome yang kita harapkan adalah kita bisa mencapai nanti zero death di tahun 2030. Kemudian kita akan bisa menekan atau menurunkan kasus dengue 25 persen di tahun 2030 dibandingkan keadaan tahun 2021.
Jika target tercapai, beban layanan kesehatan akan berkurang dan angka mortalitas yang saat ini relatif besar dapat ditekan drastis. Namun pencapaian itu memerlukan peningkatan kapasitas deteksi, perawatan, dan intervensi pencegahan di tingkat provinsi dan kabupaten.
Kebijakan ini juga menuntut penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat. Implementasi yang cepat dan berkelanjutan menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus dan mewujudkan target nol kematian pada 2030.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkes Temukan E. coli pada Sampel Makanan Program MBG
Kemenkes menemukan bakteri E. coli di beberapa sampel makanan MBG; BGN diberi waktu hingga 10 Agustus 2026 u...
Flu dan Batuk Meningkat di Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kasus batuk, pilek, dan demam naik saat kemarau; warga diminta jaga daya tahan, waspadai tanda bahaya, dan p...
Kemenkes-BGN Perkuat Program MBG Bersama Pakar Gizi
Kemenkes dan BGN kumpulkan pakar gizi pada 5 Agustus 2026 untuk menyempurnakan Program MBG: porsi, sanitasi,...
Wamenkes: 650 Ribu Anak Zero-Dose Vaksin per Tahun, Ini Penyebabnya
Wamenkes Dante ungkap sekitar 650 ribu anak tiap tahun berstatus zero-dose; kendala geografis dan hoaks jadi...
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Kunci Hadapi Obesitas dan NCD
Wamenkes ajak masyarakat rutin manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk deteksi dini obesitas dan penyakit tida...
Wamenkes Ajak Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Diabetes
Wamenkes Dante Saksono mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi diabe...